Tiga Kabupaten-Kota Kalsel Nihil Pasien Covid-19, Tala Terbanyak Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir

Alasan Buruh Ngotot Minta UMP 2022 Naik 10%

- Apahabar.com     Rabu, 10 November 2021 - 18:04 WITA

Alasan Buruh Ngotot Minta UMP 2022 Naik 10%

Buruh Ajukan UMP 2022 Sebesar 10%. Foto-Okezone.com

apahabar.com, JAKARTA – Buruh mengajukan kenaikan upah minimum 2022 sebesar 7-10%. Besaran ini berdasarkan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

“Berdasarkan hasil survei yang dilakukan KSPI di 10 provinsi, di mana di tiap provinsi dilakukan survei di 5 pasar tradisional dengan menggunakan parameter 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sesuai UU No 13 Tahun 2003, didapatlah rata-rata kenaikan UMK/UMP adalah 7%-10%,” kata Presiden KSPI Said Iqbal, di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Alasan KSPI menggunakan UU No 13 Tahun 2003, karena saat ini buruh sedang menggugat UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi. Karena judicial review UU Cipta Kerja belum incrah, maka Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang lama masih berlaku.

“Bahkan jika menggunakan PP No 78 Tahun 2015, maka kenaikan upah minimum adalah berkisar 6 persen. Hampir sama angka kenaikannya dengan mengacu pada KHL,” lanjutnya, kutip Okezone.

KSPI berpendapat, post covid 19 maka daya beli atau purchasing power masyarakat dan buruh harus dikembalikan seperti awal, dengan dinaikkan upah minimumnya minimal 7%. Hal ini dilakukan agar konsumsi naik, sehingga otomatis pertumbuhan ekonomi ikut naik.

Iqbal berpendapat, bagi perusahaan yang terdampak krisis ekonomi dan Covid 19, maka tidak perlu menaikkan UMP atau UMK 2022 yang dibuktikan dengan audit laporan keuangan perusahaan yang mengalami kerugian dalam 2 tahun terakhir yang diserahkan ke Disnaker dan diumumkan ke buruh.

“Bila pemerintah dan pengusaha tidak mempertimbangkan usulan buruh ini, maka akan ada aksi yang lebih luas dan lebih besar secara terus menerus,” tegas.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19

Nasional

Duh, 1 dari 19 Dokter Terinfeksi Covid-19 Meninggal Dunia
Gegara Rokok

Nasional

Dasar Durhaka, Gegara Rokok Seorang Anak Tega Aniaya Ibu Kandung
apahabar.com

Nasional

Mendiang Ani Yudhoyono Ternyata Penggemar Makanan Khas Inggris Fish and Chips
apahabar.com

Nasional

China: Korban Virus Corona di Wuhan Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan
Wartawan

Nasional

Setelah Nakes, Siap-Siap Wartawan Divaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Benarkah Corona Berasal dari Laboratorim Wuhan yang Bocor?
apahabar.com

Nasional

Hutan Adat di Kalimantan Selatan, Pemerintah Bentuk Gugus Tugas
apahabar.com

Nasional

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com