Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Anggota MUI Ditangkap Densus 88, Waket Komisi III: Tak Membangun Stigma Buruk Institusi

- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 09:01 WITA

Anggota MUI Ditangkap Densus 88, Waket Komisi III: Tak Membangun Stigma Buruk Institusi

Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Densus 88 Anti-teror Polri menangkap tiga terduga teroris, yang salah satunya adalah Anggota MUI. Melihat hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh, menilai langkah Polri tersebut bukan dari upaya membangun stigma buruk suatu institusi.

“Penangkapan terhadap tiga terduga yang dikenali sebagai dai, dan satunya lagi tercatat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI, bukan dari upaya membangun stigma buruk terhadap peran dai dan institusi MUI,” kata dia, di Jakarta, dikutip dari Republika, Kamis (18/11).

Ia menilai kejadian itu hal biasa yang tidak bisa diduga terjadi dan dapat menyangkut siapa saja serta dari institusi mana saja.

Pangeran menilai, penangkapan Densus 88 merupakan aksi biasa dalam upaya mencegah terjadinya aksi terorisme karena pelaku yang ditangkap telah dibidik Densus 88 melalui rentang waktu lama dan dengan bukti-bukti kuat.

“Penangkapan terhadap para pelaku dan jaringan terorisme wajib diarahkan untuk mengusut dan menangkap tuntas dalang dari terorisme itu sendiri, karena tidak tertutup kemungkinan ada peran intelijen dan dana dari luar negeri seperti aksi teroris KKB di Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan, semua pihak wajib menghindari dan mencegah terhadap upaya “membakar” institusi MUI hanya karena ulah oknum yang ditangkap itu menjadi pengurus di dalamnya. Hal itu, menurut dia, eksistensi MUI bagian tidak terpisahkan dari peran umat Islam untuk penguatan rumah kebangsaan NKRI sehingga wajib jaga bersama atas peran terhormat institusi tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan, mengungkapkan, tiga terduga teroris yang ditangkap di Bekasi memiliki peran sebagai pengurus dan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah (JI). Tiga terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, yakni berinisial AA, AZ, dan FAO, yang semuanya ditangkap di Bekasi, Jawa Barat.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Progres Kereta Cepat

Nasional

Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung 79 Persen, Berikut Fokus KCIC
Nabung sampai Arisan

Ekbis

Dari Nabung sampai Arisan, Simak 4 Cara Investasi Emas
Gempa

Nasional

Pemerintah Catat 9 Wilayah Rawan Gempa Perlu Diwaspadai
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 62.142 Positif, 28.219 Orang Sembuh
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris
Covid-19

Nasional

Sampai Akhir 2020, 237 Dokter Meninggal karena Covid-19
apahabar.com

Nasional

PLO Kukuh Tolak Pengakuan Israel sebagai Negara
apahabar.com

Nasional

Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK Pertimbangkan Ajukan Kasasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com