Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Asa Motoris Banjarmasin Jelang Pembukaan Siring Piere Tendean

- Apahabar.com     Selasa, 2 November 2021 - 14:04 WITA

Asa Motoris Banjarmasin Jelang Pembukaan Siring Piere Tendean

Motoris kelotok di Banjarmasin punya harapan besar jelang pembukaan kawasan Siring Piere Tandean. Foto-Haris Prayogi

apahabar.com, BANJARMASIN – Motoris kelotok di Banjarmasin menyambut antusias rencana pembukaan objek wisata Siring Piere Tendean awal November ini.

Salah satu motoris, Saibani, ikut senang dengan rencana pembukaan objek wisata tersebut.

“Mudah-mudahan dibuka sekira ramai,” katanya, belum lama ini, sembari mengingatkan agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan.

Sejak awal pandemi, dia menyebut jumlah kelotok yang beroperasi hanya satu atau dua per hari. Tapi saat ini kondisinya sudah mulai ramai, khususnya saat akhir pekan.

Meskipun sudah cukup ramai, Saibani menilai kondisi itu masih tak seramai saat pandemi belum menyerang.

Sementara Bahrudin, salah satu anak buah Saibani, melihat penurunan pengunjung selama pandemi sangat kontras saat pagi hari.

“Dulu sebelum Covid, ada yang berangkat satu atau dua kelotok saat pagi ke Lok Baintan,” ujarnya.

Karena penumpang yang relatif sepi, penghasilan para motoris pun masih tak menentu. Uang yang mereka dapat hanya cukup untuk makan.

“Kami tidak bisa memastikan sebulannya berapa. Namanya juga tidak pasti,” katanya.

Jumlah kelotok yang stanby di Siring Piere Tendean Banjarmasin berjumlah 88 unit yang tersebar dari kawasan patung bekantan hingga Soto Bang Amat.

Sebagian kelotok milik pribadi motoris. Namun ada pula motoris yang menjalankan kapal milik orang lain.

Beberapa motoris tidak bekerja secara penuh. Mereka juga nyambi mencari nafkah di tempat lain untuk menyambung hidup.

Saibani bercerita selama pandemi, ada motoris yang menjual barang-barang seperti motor, kelotok, dan barang berharga lainnya. Dia pun berharap kesulitan yang terjadi selama pandemi dapat segera berlalu.

“Mudahan lekas selesai pandemi, lekas dibuka, karena PPKM sudah level 2,” ucapnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Disdag HST Gelar Pelatihan, Gustafa: Harus Ada Kelanjutannya

Kalsel

Kabar Duka, Ibunda Wali Kota Banjarbaru Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Marak, Donor Darah Meningkat
Covid-19

Kalsel

Pandemi Belum Usai, 6 Warga Kotabaru Kembali Positif Covid-19

Kalsel

Viral Camat Tak Netral di Kotabaru; Kades hingga Bidan Diajak Bergerilya Dukung Bacabup
apahabar.com

Kalsel

“Bergerak Bersama Untuk Sesama” Kumpulkan Dana Rp57 Juta Lebih untuk Pulau Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Giliran Normalisasi Sungai Balasung
PPKM Mikro

Banjarbaru

PPKM Mikro Diperpanjang, Banyak Kafe di Banjarbaru yang Nakal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com