Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans Resmi Dilepas, Kapolres Optimis Tim Voli Kotabaru Rebut Juara Piala Kapolda Kalsel

Banjir Gelombang Kedua di Bukit Rawi Kalteng, Lalu Lintas & Proyek Jembatan Terganggu

- Apahabar.com     Jumat, 5 November 2021 - 20:23 WITA

Banjir Gelombang Kedua di Bukit Rawi Kalteng, Lalu Lintas & Proyek Jembatan Terganggu

Banjir di Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah, Desa Penda Barania, Kabupaten Pulang Pisau, menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Foto-Istimewa

apahabar.com, PULANG PISAU – Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah di Kabupaten Pulang Pisau kembali direndam banjir.

Akibat banjir tersebut, ratusan kendaraan terpaksa mengantre hingga menyebabkan kemacetan sepanjang satu kilometer.

“Banjir ini mungkin karena adanya dorongan air dari daerah Tumbang Rungan akibat curah hujan yang tinggi,” ujar Wakapolsek Kahayan Tengah, Ipda Agus Basuki,
saat diwawancarai, Jumat (5/11) sore.

Kawasan Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah itu merupakan jalur penghubung ke sejumlah kabupaten dan kota di Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Pulang Pisau.

Banjir ini merupakan yang kedua kali terjadi pada tahun ini. Penyebabnya diduga karena faktor cuaca yang ekstrem dalam sepekan terakhir, khususnya di bagian hulu Daerah Aliran Sungai Kahayan yang diguyur hujan dalam intensitas tinggi.

Sejumlah pengendara roda dua dari arah kota Palangka Raya dan dari arah Kabupaten Barito Selatan, terpaksa menggunakan perahu untuk melewati titik banjir tersebut.

Meski kondisi banjir saat ini belum mengalami peningkatan yang signifikan seperti yang terjadi pada Agustus lalu, namun kelancaran arus lalu lintas kendaraan, baik angkutan penumpang maupun angkutan logistik menjadi terganggu.

Bahkan banjir yang saat ini terjadi juga menghambat jalannya proyek pembangunan jembatan layang atau Pile Slab sepanjang tiga kilometer di lokasi banjir tersebut

Pembangunan jembatan layang ini dijadwalkan rampung pada 2022 mendatang.

Sementara itu, salah satu pengendara, Saito, terpaksa harus menggunakan jasa perahu untuk melewati banjir.

“Sudah sering seperti ini, Mas. Kalau banjir terpaksa harus naik perahu biar bisa melintas dan melanjutkan perjalanan, tarifnya 50 ribu sekali menyeberang,” ujarnya.

Banjir di Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah ini diprediksi akan meningkat jika di wilayah hulu Sungai Kahayan terus terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Istri Kapolsek Lahei Serahkan Beruang Madu kepada BKSDA Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Satu Kadis di Barut Meninggal Positif Covid-19, Gugus Tugas Angkat Bicara
apahabar.com

Kalteng

Pengawasan Orang Asing di Sampit Diperketat
PGRI

Kalteng

Peringati HUT ke-75, PGRI Kapuas Potong Tumpeng
apahabar.com

Kalteng

Alfamart Gelar Khitanan Massal
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Komitmen Perhatikan Kesejahteraan Guru Honor
Plt Sekda Kapuas Septedy (kiri) menyerahkan SK Plt Kadis Pertanian Kapuas kepada Aswan

Kalteng

Aswan Dipercaya Jabat Pelaksana Tugas Kadis Pertanian Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Jantur Doyan, Air Terjun di Barut yang Doyan Makan Tumbal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com