Tepat di Hari Menanam Pohon Indonesia, HST Dilanda Musibah Banjir Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Pascabanjir Palangka Raya, Warga Tumbang Tahai Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Banjir Kiriman Tiba di Kandangan, Bhalink-bhalink Rescue Bantu Evakuasi Warga

Bank Kalsel Cabang Tanjung dan Batulicin Raih Penghargaan Bank Indonesia Award 2021

- Apahabar.com     Rabu, 24 November 2021 - 13:59 WITA

Bank Kalsel Cabang Tanjung dan Batulicin Raih Penghargaan Bank Indonesia Award 2021

Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua cabang Bank BPD Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel mendapat penghargaan Bank Indonesia Award 2021, Rabu (24/11).

Penghargaan itu disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar serentak dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Bank Kalsel yang menerima penghargaan ialah Bank Kalsel Cabang Batulicin dan Bank Kalsel Cabang Tanjung.

Selain dua cabang Bank Kalsel, Bank NTT dan Bank BNI juga meraih penghargaan yang sama.

Di Kalsel, acara PTBI juga digelar di Hotel Mercure dan dihadiri oleh para Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalsel, Amanlison Sembiring dan Forkopimda Kalsel.

Dalam kesempatan itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan setidaknya ada lima permasalahan global yang muncul saat kasus Covid-19 mulai melandai. Mulai dari normalisasi kebijakan di negara maju hingga melebarnya kesenjangan.

“Ada normalisasi di negara maju dan ketidakpastian global,” ungkapnya.

Negara maju yang cukup mengancam adalah Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai melakukan pengurangan likuiditas atau sering disebut tapering. Selain AS, ada juga beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Prancis.

Permasalahan lainnya adalah luka memar pada korporasi dan stabilitas sistem keuangan. Diketahui banyak korporasi yang sulit pulih meskipun kasus covid melandai dan mobilitas mulai meningkat.

“Selanjutnya meluasnya digitalisasi, munculnya sistem pembayaran digital dan risiko aset kripto,” jelasnya.

BI juga melihat permasalahan dari tuntutan negara maju agar seluruh negara dunia mulai menerapkan ekonomi hijau, seiring dengan semakin panasnya bumi. Terakhir, kata dia, adalah adanya pelebaran kesenjangan.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Bank Kalsel

Gandeng FWE, Bank Kalsel Ajak Wartawan Jadi Pengusaha
Bank Kalsel

Bank Kalsel

Bank Kalsel Resmi Masuk Era Transformasi Digital
apahabar.com

Bank Kalsel

Dampak Corona, DIGIRUN 10K Bank Kalsel Ditunda
Lomba Cipta Lagu

Bank Kalsel

Ini 5 Finalis Lomba Cipta Lagu Bank Kalsel
apahabar.com

Bank Kalsel

Bank Kalsel Syariah Kandangan HSS Kini Miliki Gedung Baru
Bank Kalsel

Bank Kalsel

Warga Kalsel Harus Tahu, Ada Pembiayaan Multijasa Syariah di Bank Kalsel
apahabar.com

Bank Kalsel

Teken MoU Pengelolaan Pajak dan Retribusi untuk Banjarbaru
apahabar.com

Bank Kalsel

Dukung Food Estate, Bank Kalsel Gelar Panen Raya Padi di Jaro Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com