Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Blakblakan Sopir Truk Kalsel Geruduk Trisakti: Sudah Langka, Harga Melejit

- Apahabar.com     Senin, 1 November 2021 - 15:10 WITA

Blakblakan Sopir Truk Kalsel Geruduk Trisakti: Sudah Langka, Harga Melejit

Tak cuma langka, harga solar di sejumlah SPBU dilaporkan di atas harga jual. apahabar.com/Syaiful Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Para sopir truk di Kalimantan Selatan buka-bukaan mengenai alasannya mogok massal di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Belakangan waktu ini solar tak hanya langka melainkan harganya juga melejit.

Ironisnya, kata mereka, meningkatnya harga solar justru terjadi di hampir seluruh SPBU di Kalsel.

Padahal, Pertamina telah menetapkan harga solar bersubsidi tak boleh melebihi Rp 5.150 per liter.

Kusnun Supriadi, salah seorang sopir truk asal Banjarmasin acap kali membayar solar di atas harga eceran tertinggi.

“Harga solar subsidi sudah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 5.110, nyatanya ada SPBU yang menaruh harga Rp 5.500 sampai Rp 6.500,” ungkapnya di sela demonstrasi, Senin (1/11).

Belum lagi, kata Kusnun, mereka harus antre hingga berhari-hari demi solar subsidi.

Mereka biasanya antre di bahu jalan dekat kawasan SPBU. Karenanya, para sopir harus mengeluarkan ongkos tambahan dengan iming-iming biaya parkir kepada “preman jalanan”.

Itu hanya ongkos parkir, jika sampai malam, Kusnun bilang tarifnya beda lagi.

“Satu malam itu bisa Rp30 ribu, katanya untuk ongkos jaga malam. Ada juga kalau mau jadi prioritas, bayar parkirnya lebih mahal,” ujarnya.

Kondisi ini diakuinya sudah terjadi hingga 4 bulan terakhir. Lama-kelamaan, menurutnya para sopir truk pikir-pikir untuk membeli solar subsidi di SPBU.

“Kemarin saya terpaksa beli di eceran. Itu pun hanya bisa dapat 16 liter aja dengan harga Rp8 ribu per liter,” kata Kusnun.

Kusnun juga berharap pihak berwajib bisa menertibkan oknum-oknum seperti ini, khususnya para pelangsir di SPBU.

“Kalau kami dari sopir ini tidak masalah untuk para pelangsir yang cari nafkah (berjualan eceran) karena kuotanya sedikit. Tapi, kalau yang melangsir 3-4 ratus liter, itu yang jadi masalah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kelangkaan solar bersubsidi tengah terjadi di Kalimantan Selatan. Tadi pagi, ratusan sopir angkutan menggelar demo buntut dari kelangkaan ini.

Sanksi Pertamina

Pertamina menyiapkan sanksi bagi SPBU yang kedapatan menyelewengkan harga BBM.

“Sanksinya berupa tidak dikirim pasokan BBM ke SPBU-nya dalam jangka waktu tertentu, tergantung beratnya pelanggaran,” ujar Unit Manager Communications, Relations & CSR Pertamina MOR VI Kalimantan, Susanto Agustus Satria, Senin (1/11).

Dalam demo tadi, para sopir juga mendesak agar pelangsiran di SPBU ditertibkan. Para sopir menduganya sebagai biang kerok kelangkaan.

Dugaan ini selaras dengan pernyataan Satria, yang memastikan tak ada penurunan suplai solar subsidi dari Pertamina untuk Kalsel.

“Tidak ada penurunan suplai, kita salurkan sesuai kuota yang ditetapkan Regulator. Stok aman dan tersedia,” ujar Satria.

Satria mencatat hingga September Pertamina telah menyalurkan solar sekitar 147 kilo liter untuk kebutuhan Kalsel.

“Hingga September sudah disalurkan sekitar 147 ribu KL (kilo liter) Solar JBT (Jenis BBM Tertentu) di Kalsel,” imbuhnya.

Lantas apakah sudah ada laporan masuk ke Pertamina soal pelangsiran di SPBU ini?

Satria mengaku hingga saat ini belum ada yang masuk. Kendati begitu, ia meminta masyarakat turut berperan aktif melaporkan apabila menemukan praktik culas tersebut.

“Jangan sungkan untuk melaporkan, akan kita telusuri dan jika terbukti ada kesalahan akan kami tindak sanksi sesuai aturan si SPBU-nya. Bisa menghubungi call center di 135,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penyelidikan Kematian Petugas Covid-19 Kotabaru Resmi Dihentikan
Elpiji Kalsel

Kalsel

Blakblakan Hiswana Soal Biang Kerok Kelangkaan Elpiji di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ancaman Krisis Air Bersih, Simak Siasat PDAM Bandarmasih
apahabar.com

Kalsel

Waspada Ancaman Cuaca Ekstrem di Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Viral Aksi Koboi Pria di Kalsel, Polisi Turun Tangan!

Kalsel

Satpol PP dan Damkar Tanbu Awasi PTM di Bumi Bersujud
apahabar.com

Kalsel

Bandara Syamsudin Noor Segera Berstatus Internasional
apahabar.com

Kalsel

Ajarkan Anak-anak Peduli Korban Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com