Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar Jelang Nataru di Tabalong, 4 Warga Beserta Ratusan Botol Miras Diamankan Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan

Bongkar Pengaturan Skor di Liga 2, PSSI Akan Gandeng Kepolisian

- Apahabar.com     Rabu, 3 November 2021 - 23:37 WITA

Bongkar Pengaturan Skor di Liga 2, PSSI Akan Gandeng Kepolisian

Terlibat percobaan pengaturan skor, lima pemain Perserang Serang dihukum larangan bermain sepakbola selama beberapa tahun. Foto: Ayo Semarang

apahabar.com, JAKARTA – Usai menjatuhkan sanksi, PSSI juga akan menggandeng kepolisian untuk membongkar percobaan pengaturan skor yang melibatkan Perserang Serang di Liga 2.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah memanggil 14 pemain dari Perserang untuk dimintai keterangan.

Ditemukan fakta bahwa pemain Perserang Serang, Eka Dwi Susanto, dihubungi seseorang yang menggunakan private number untuk merencanakan match fixing.

Dengan iming-iming Rp150 juta, Eka Dwi Susanto diminta mengatur skor, ketika Perserang Serang melawan RANS Cilegon FC dan Persekat Tegal.

Namun demikian, identitas penelepon private number tersebut belum diketahui sampai sekarang. Inilah alasan yang membuat Komdis PSSI akan menggandeng kepolisian.

“Kami punya keterbatasan dalam memeriksa. Makanya kami akan meminta kepolisian untuk menindaklanjuti, karena mereka punya kewenangan,” papar Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, seperti dilansir BolaSport, Rabu (3/11).

Hukuman Berat

Atas kasus tersebut, Eka Dwi Susanto dan empat pemain Perserang Serang lain dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI.

Sanksi itu merujuk Pasal 64 ayat (1) dan (2) point a jo Pasal 8 jo Pasal 9 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018.

Pemain lain yang dijatuhi sanksi adalah Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Ade Ivan Hafilah, dan Aray Suhendri.

Eka Dwi yang dihukum larangan bermain selama 5 tahun dan denda Rp30 juta. Kemudian Fandy Edy dihukum 4 tahun dan denda Rp20 juta.

Sementara Ade Ivan dihukum larangan bermain 3 tahun dan denda Rp15 juta. Sedangkan Ivan Julyandhy dan Aray Suhendri mendapatkan sanksi masing-masing 2 tahun dan denda Rp10 juta.

Selain mendapat sanksi dari Komdis PSSI, kelima pemain tersebut sudah dikeluarkan Perserang Serang.

Sebaliknya pelatih Putut Wijanarko yang juga diberhentikan Perserang lantaran terindikasi punya peran, luput dari sanksi Komdis PSSI.

Setelah dilakukan pendalaman, Putut Wijanarko dipastikan tidak terlibat, meski menerima laporan tentang upaya match fixing.

“Setelah kami teliti, Putut tidak terlibat dalam pengaturan skor. Tak pernah dihubungi atau diajak, tapi diberitahu,” jelas Erwin Tobing.

“Namun karena sudah jelang pertandingan dan demi keutuhan pemain, Putut tidak menurunkan kelima pemain itu ketika menghadapi Badak Lampung,” imbuhnya.

Komdis PSSI menilai pemecatan Putut Wijanarko disebabkan masalah komunikasi yang tidak utuh dengan manajemen Perserang.

“Kami menilai akibat masalah manajemen. Hubungan kurang harmonis antara manajer dan pelatih, sehingga Putut meninggalkan mes dengan meminta izin lewat WhatsApp,” tandas Erwin Tobing.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Seperti Singo Edan, Barito Harus Gilas Persib di SDL!
Olimpiade Tokyo 2020

Sport

Head to Head Anthony Ginting Vs Anders Antonsen Jelang Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020
apahabar.com

Sport

Yoo Jae Hoon dan Bahtiar Pergi, Hasnur Siap Umumkan Pemain Baru
apahabar.com

Sport

Ricuh Usai Ditekuk PSS, Pelatih dan Pemain Persebaya Terpaksa Absen Sesi Jumpa Pers

Sport

Setara Kamboja, Timnas Indonesia Masuk Pot 4 Undian Piala AFF 2020
apahabar.com

Sport

Saksikan Laga Tyson vs Jones, Lennox Lewis Tergoda Lawan “Si Leher Beton”

Sport

Hasil Liga Italia: Setengah Langkah Lagi, Inter Milan Menuju Gelar Juara
Jerman vs Prancis

Sport

Jadwal Live Big Match Jerman vs Prancis, Pertaruhan Kandidat Juara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com