Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar Jelang Nataru di Tabalong, 4 Warga Beserta Ratusan Botol Miras Diamankan Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan

BPN Gandeng Jaksa-Polisi Cegah Kasus Pertanahan di Kotabaru

- Apahabar.com     Rabu, 24 November 2021 - 21:49 WITA

BPN Gandeng Jaksa-Polisi Cegah Kasus Pertanahan di Kotabaru

Kepala BPN Kotabaru, Jani Levinus Loupatty, bersama Kajari, Andi Irfan Syafruddin, dan KBO Reskrim Ipda Kitty Tokan, saat dijumpai wartawan di sela sosilasiasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Badan Pertanahan Nasional (BPN), menggelar sosialisasi perihal pencegahan kasus pertanahan di Kotabaru. Digelar di Ballroom Hotel Grand Surya, Rabu (24/11).

BPN menghadirkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru Andi Irfan Syafruddin, dan Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, yang diwakili, KBO Reskrim Polres Kotabaru Ipda Kitty Tokan.

Kepala BPN Kotabaru, Jani Levinus Loupatty, mengatakan pelaksanaan sosialisasi pencegahan kasus pertahanan bertujuan untuk meminimalisir permasalahan pertahanan yang terindikasi mafia tanah.

“Nah, oleh karena ini, kami (BPN) meminta kepada Kepala Kejaksaan dan pihak Kapolres Kotabaru untuk menjadi narasumber, dan pemateri dalam sosialisasi kali ini,” ujar Jani, kepada wartawan.

Jani menyebutkan, sejauh ini di Kotabaru terdapat beberapa permasalahan berkenaan dengan tanah. Di antaranya, soal tumpang tindih kepemilikan tanah, namun persoalaan tersebut dapat diatasi dengan difasilitasi dan mediasi di kantor BPN.

“Jadi, kami berharap melalui sosialisasi ini, kedepanya tidak ada konflik yang besar soal tanah, dan dapat dilaksanakan dengan mengantisipasi, dan koordinasi,” harapnya.

BPN berjanji mendukung pihak kepolisian dalam melaksanakan penyelidikan masalah pertanahan itu dengan memberikan data-data akurat.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Andi Irfan Syafruddin menambahkan, sesuai dengan arahan Pimpinan Kejaksaan Anggung, pihak kejaksaan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pemberantasan mafia tanah.

Sehubungan dengan tema sosialisasi yang dibuat oleh BPN ini, Kejaksaan Negeri Kotabaru membantu BPN, sekaligus membuktikan jika ada mafia tanah di Kotabaru agar bersama-sama ditindaklanjuti.

Di Kotabaru perlu dibentuk forum. Hal tersebut sebagai upaya memperlancar koordinasi, sehingga tidak terjadi tindak pidana yang dilakukan oleh mafia tanah.

“Nah, jika memang di Kotabaru ada mafia tanah, mari kita bersama-sama menindaklanjutinya,” tegas Andi Irfan, mengakhiri.

Ipda Kitty Tokan menambahkan, di Kotabaru ada beberapa
pengaduan terkait persoalan tanah, baik antara perusahaan dengan masyarakat, ataupun masyarakat dengan masyarakat.

“Jadi, untuk penanganan pengaduan itu, dapat ditempuh ke perdata dahulu, atau mediasi melalui Bhabinkamtibas,” pungkasnya.

Sebagai peserta sosialisasi yakni, para perwakilan SKPD, Kepala Desa, hingga seluruh lurah di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam, Kotabaru.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kota Baru

Inspiratif! Seorang Pemuda di Kotabaru Jual Aneka Kopi Keliling Naik Vespa
apahabar.com

Kota Baru

Sidang Perdana Diananta, Puluhan Jurnalis Beri Dukungan

Kota Baru

Gandeng Insan Pers Kotabaru, Indocement Berbagi Ratusan Takjil

Kota Baru

Peringati Hari Buruh, Ratusan karyawan PT SMART Tbk. Unit Tarjun Bergembira Melalui Virtual Gathering
Salat Hajat

Kota Baru

Ciptakan Pilkada Damai, Polres Kotabaru Gelar Salat Hajat, dan Doa Bersama
Positif Covid-19 Kotabaru

Kalsel

Bertambah 2 Orang, Positif Covid-19 Kotabaru Jadi 1.343

Kalsel

Diguyur Hujan Deras Kawasan Hilir Kotabaru Longsor, Warga Diminta Waspada!
positif covid-19

Kota Baru

Hari ini, Belasan Warga Kotabaru Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com