Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Covid-19 Masih Mengancam, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Lagi

- Apahabar.com     Senin, 8 November 2021 - 16:44 WITA

Covid-19 Masih Mengancam, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Lagi

Ilustrasi PPKM. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berjenjang di daerah luar Jawa-Bali.

PPKM diperpanjang selama dua pekan mulai 9 November hingga 22 November mendatang.

“9 November sampai dengan 22 November diperpanjang dua minggu.” kata Menko Perekonomian yang juga Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto lewat konferensi pers, Senin (8/11).

Airlangga menjelaskan bahwa kondisi pandemi di luar Jawa-Bali semakin membaik. Kasus positif dan aktif terus menurun dibanding saat lonjakan Juli-Agustus lalu.

Airlangga mengatakan 27 provinsi di luar Jawa-Bali sudah tidak ada yang menerapkan PPKM level 4 dan 3. Hanya ada provinsi yang menerapkan PPKM level 2 yakni sebanyak 22. Sisanya menerapkan PPKM Level 1.

Di level kabupaten/kota, ada 151 yang menerapkan PPKM Level 1. Tidak ada kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4.

Pemerintah telah memberlakukan PPKM Level 4,3, dan 2 sebanyak 12 kali perpanjangan sejak awal penanganan pandemi Covid-19

Pemerintah juga memastikan bakal terus mengevaluasi pelaksanaan PPKM di seluruh wilayah Indonesia. PPKM akan ditetapkan ulang berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah indikator penilaian.

Beberapa indikator penilaian tersebut terkait jumlah kasus positif Covid-19, kasus kematian, kasus kesembuhan, tingkat testing dan tracing, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga capaian vaksinasi di tiap wilayah Indonesia.

Diketahui, pertambahan kasus Covid-19 belakangan ini mulai mengalami tren penurunan. Terhitung sejak 29 September sampat saat ini, pertambahan kasus positif tak pernah di atas 2.000 per hari.

Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Minggu (7/11) kemarin mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 444 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 587 kasus, dan 11 kasus meninggal baru.

Meski kasus aktif Covid-19 cenderung turun, namun ancaman gelombang tiga penularan Covid-19 di Indonesia masih potensial terjadi. Para pakar memprediksi terjadi pada akhir tahun 2021 karena bertepatan dengan momen libur Natal dan Tahun baru.

Pemerintah belakangan ini juga tengah mempersiapkan diri mencegah lonjakan kasus terjadi lagi. Di antaranya melakukan vaksinasi guna menciptakan kekebalan kelompok dari penularan virus corona.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Viral! Aksi Koboi Pengendara Fortuner Todongkan Pistol Usai Tabrak Pemotor
Covid-19

Nasional

Kala Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Duh Kok Bisa?

Nasional

Mantap! Dukung Penuh Program Petani Milenial, Bank Bjb Salurkan Dana KUR Rp1,1 Triliun
apahabar.com

Nasional

Anies Tunggu Pemerintah Pusat Terkait Operasi Ojek Kala PSBB

Nasional

Mengintip Motor Neo Cafe Racer Tunggangan Presiden Jokowi di Sirkuit Mandalika
apahabar.com

Nasional

Rencana Blokir Ponsel BM Hari Ini, Apa Benar?
apahabar.com

Nasional

Minta Negara Sebut Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law, SBY : Saya Nggak Yakin BIN Anggap Saya Musuh Negara
Kapolri

Nasional

Komisi III DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri Ke-25
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com