Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah HKN Banjarmasin Dilidik Jaksa, Pencegahan Covid-19 Jangan Mengendur Catat! SMA di Kalsel Tak Libur Saat Nataru 2022

Dari Kunjungan Mahasiswa Sastra ULM, Milhan: Jadi Jurnalis Harus Tahan Banting

- Apahabar.com     Selasa, 16 November 2021 - 18:19 WITA

Dari Kunjungan Mahasiswa Sastra ULM, Milhan: Jadi Jurnalis Harus Tahan Banting

Mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia, jurusan pendidikan bahasa dan seni FKIP ULM bertandang ke kantor apahabar.com. apahabar.com/Randy

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengunjungi kantor apahabar.com di Jalan Mayjen Sutoyo S, Kota Banjarmasin, Selasa (16/11).

Mereka datang untuk melihat langsung bagaimana alur kerja redaksi, dari mencari, mengolah informasi, hingga menyiarkannya ke publik.

“Tantangan di tengah merebaknya misinformasi dan hoaks, kami dituntut harus menyiarkan informasi semenarik dan secepat mungkin,” ujar Pemimpin Redaksi, Milhan Rusli.

Tantangan pers saat ini adalah melawan berita bohong. Di tengah derasnya arus informasi, Milhan berharap publik minimal bisa membedakan mana media sosial dan mana media massa.

“Perbedaan mendasar, media massa menghasilkan produk jurnalistik. Tunduk pada kode etik, aturan Dewan Pers,” Milhan menerangkan.

Produk media massa dihasilkan melalui proses panjang kerja-kerja jurnalistik. Mulai dari penelusuran fakta di lapangan, verifikasi informasi, dan menyaringnya hingga mendekati kebenaran faktual.

“Apa yang disampaikan oleh media massa bisa dipertanggungjawabkan. Sumbernya valid. Sementara media sosial tidak begitu,” jelasnya.

Salah seorang mahasiswa lantas bertanya bagaimana jika ada pihak yang meminta pemberitaan yang sudah tayang untuk dicabut?

Milhan berujar semua punya aturan main. Redaksi tentu saja akan mencabut berita yang dianggap keliru. Atau, mengandung kebohongan, fitnah, sadisme, cabul ataupun SARA.

“Jika tidak ada yang salah untuk apa dicabut?” ujarnya.

Sesuai pedoman pemberitaan media siber, berita yang sudah dipublikasikan tak dapat dicabut. Termasuk dengan alasan penyensoran dari pihak luar redaksi.

Pencabutan berita harus berdasar pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers, disertai penjelasan ke publik.

“Kita sudah biasa dikritik, diintervensi, ancaman somasi dan segala macamnya, tapi selagi sesuai kaidah ya jalan terus,” ujar ketua JMSI Kalsel ini.

apahabar.com berdiri pada November 2018. Menginjak tahun ketiga, jumlah tayangan halaman rata-rata mencapai 80-100 ribu, dengan jangkauan pembaca lebih dari 20-40 ribu/hari, atau 110 ribu/pekan.

Pembaca terbesar apahabar.com berasal dari kelompok usia produktif, yakni 25-34 tahun, 18-24 tahun, dan 35-44 tahun. apahabar.com mengedepankan reportase secara realtime, akurat, lengkap dan mendalam.

“Pada usianya yang menginjak 3 tahun, apahabar.com akan konsisten mengangkat kearifan lokal dan mengusung ‘Si Palui’ sebagai ikon untuk menjadi referensi masyarakat Indonesia,” ujar Milhan.

Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 mengamanatkan perusahaan media massa untuk berlaku profesional. Salah satu kevalidan media massa ialah terdaftar di Dewan Pers.

Meminjam data JMSI, media massa berbasis siber di Kalsel sudah berjumlah ratusan. Meski terus berkembang pesat namun baru segelintir yang terdaftar di Dewan Pers.

Kamis 6 Februari 2020, apahabar.com resmi terdaftar di Dewan Pers. Penyematan sertifikat diberikan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh kepada Pemimpin Umum apahabar.com Budi Ismanto bersamaan momen Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalsel.

Selesai mendengar pemaparan Milhan, sejumlah mahasiswa berlatar pendidikan bahasa dan sastra Indonesia tersebut mengutarakan minatnya untuk menjadi jurnalis.

Lantas, ia bertanya kepada Milhan mengenai prasyarat utama untuk menjadi jurnalis. “Silakan jadi jurnalis. Tapi, asal tahan banting. Siap sedia 24 jam. Menjadi jurnalis sama dengan menjalankan kerja sosial,” ujarnya.

Adapun kedatangan puluhan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut didampingi oleh Dosen Jurnalistik & Apresiasi ULM, Dewi Alfianti Tifani.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Haul Sekumpul, Diprediksi Dibanjiri Penumpang Datang
apahabar.com

Kalsel

Meninggal Mendadak, Warga Keruwing Indah Ditangani Protokol Covid-19

Kalsel

BREAKING! Varian Delta Terdeteksi di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sadar Dilarang, PKL Siring Piere Tendean Terpaksa Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Covid-19 Kalsel

Kalsel

Bertambah 46 Pasien Positif, Covid-19 Kalsel Mencapai 13.820 Kasus

Kalsel

Pascabanjir Kalsel, Sekjen PBB Terjun Bagikan Bapok

Kalsel

[VIDEO] Dahsyatnya Kebakaran di Patramarga Kotabaru Tengah
apahabar.com

Kalsel

Nelayan Kotabaru Ditemukan Tewas di Perairan Tanjung Dewa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com