Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Deretan ‘Hantu’ yang Disebut Sri Mulyani Ancam Pasar Modal

- Apahabar.com     Rabu, 17 November 2021 - 09:03 WITA

Deretan ‘Hantu’ yang Disebut Sri Mulyani Ancam Pasar Modal

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sederet hal yang menimbulkan gejolak ekonomi dalam waktu dekat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ada beberapa hal yang akan mempengaruhi arus modal asing atau capital flow di Indonesia. Capital flow inilah yang akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar modal.

Covid-19 menurutnya sudah tidak lagi menjadi sosok yang paling menakutkan di pasar modal. Untuk tahun depan hal yang menjadi hantu pasar modal adalah sederek dinamika global yang akan mempengaruhi capital flow di negara berkemmbang seperti Indonesia.

1. Hantu dari AS

Sri Mulyani menjabarkan, pertama penentuan siapa yang akan menjadi chairman dari Bank Sentral AS, Federal Reserve. Kedua polemik perdebatan kenaikan batas utang atau debt ceiling di AS. Sebab jika tidak AS terancam tidak bisa membayar utangnya.

“Dan juga inflasi sangat tinggi di atas 6% di AS yang akan menimbulkan komplikasi pada kebijakan di sisi moneter dan kecepatan dan kekuatan tapering yang akan dilakukan Amerika Serikat,” tambahnya.

2. Hantu dari Eropa

Tak hanya di AS, hantu pasar modal juga muncul dari Eropa. Kawasan itu saat ini tengah menghadapi kenaikan harga energi dan juga masalah geopolitik.

3. Hantu dari Tiongkok

Di Tiongkok pun sama, selain polemik Evergrande, pendinginan ekonomi di China juga menimbulkan kebijakan-kebijakan ekstrim yang akan dilakukan pemerintahnya sebagai respons. Selain itu kasus Covid-19 yang kembali muncul mendorong pemerintahnya kembali melakukan lockdown.

“Ini semua akan mempengaruhi harga komoditas, capital flow dan juga menjadi sentimen dari pasar keuangan global,” tutupnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Optimisme Pengembangan Vaksin Covid-19, Dorong IHSG Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pasar Sekunder Ditutup, Duta Mall Ikut Waswas
Erick Thohir

Ekbis

Mengintip Transaksi PaDI UMKM hingga Agustus, Nilainya Tembus Triliunan!
apahabar.com

Ekbis

Biaya Kirim Barang Naik, UMKM Terancam ‘Mati Suri’
apahabar.com

Ekbis

Waskita Precast Bangun Tol KLBM Sidoarjo-Gresik
Batubara

Ekbis

Sempat Ambles, Harga Batu Bara Berkibar Lagi

Ekbis

Catat, Bandara Syamsudin Noor Buka 4 Rute Baru
apahabar.com

Ekbis

Nilai Tukar Petani Kalsel Turun, Harga Produsen Gabah Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com