Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Deteksi Seks Sejenis di Lapas Banjarbaru, Puluhan Napi Dites HIV

- Apahabar.com     Jumat, 19 November 2021 - 18:00 WITA

Deteksi Seks Sejenis di Lapas Banjarbaru, Puluhan Napi Dites HIV

Tes HIV dan penyuluhan penyakit menular di Lapas Kelas II B Banjarbaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Lembaga pemasyarakatan (Lapas) menjadi salah satu tempat berpotensi terjadinya hubungan seks sesama jenis.

Dinkes bersama Lapas Kelas II B Banjarbaru menggelar kegiatan tes HIV secara sukarela sekaligus penyuluhan penyakit menular ini kepada puluhan narapidana.

Kegiatan yang diberi tajuk VCT (Voluntary Counselling and Testing) ini dimaksudkan untuk mendeteksi terkait kerawanan penyakit HIV di lingkungan Lapas.

Epidemiolog Kesehatan Kota Banjarbaru sekaligus dari Dinkes Banjarbaru, Edi Sampana menjelaskan ada kurang lebih 89 napi yang mengikuti tes.

“Ini penyuluhan dan tes HIV secara sukarela. Memang LP (Lapas) masuk sasaran VCT kita,” ujarnya.

Berdasarkan data nasional, potensi pengidap HIV di Lapas di Indonesia cukup besar.

“Ini bisa saja terjadi karena mereka lama tidak bertemu istri,” jelas Edi.

Soal potensi LSL inilah, terangnya, yang harus diawasi serta diberikan penyuluhan.

“Maka dari itu, kalau petugas tidak betul mengawasi, bisa berpotensi terjadi,” sambungnya.

Apabila terjadi, dan salah satunya mengidap HIV namun tidak diketahui, maka pasangan seksualnya akan terinfeksi.

Dari data Kemenkes yang ia kantongi, diperkirakan ada kurang lebih 1000 pengidap HIV. Namun yang baru berhasil terdeteksi hanya 300-an orang.

“Jadi sekitar 600 an yang belum terdeteksi. Mereka itu lah yang harus segera ditemukan, agar bisa diobati dan tidak menularkan ke orang lain. Salah satu cara mendeteksinya lewat VCT ini,’ ucapnya.

Sementara Kepala Lapas Banjarbaru, Amico Balalembang, menyebut jika kegiatan VCT memang juga jadi program dari pusat.

Bahkan tak hanya VCT, untuk skrining penyakit menular lain seperti TB juga rutin dilakukan melalui kerja sama dengan pihak terkait seperti dinkes setempat.

Soal adanya VCT terkait HIV, Amico menegaskan jika secara internal pihak Lapas juga selalu melakukan penyuluhan di lingkungan napi, khususnya soal bahaya penyakit tersebut.

Pihaknya juga melakukan program antisipasi secara dini. Misalnya mengarahkan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) di kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan positif lainnya.

“Sembari dilakukan penyuluhan juga,” katanya.

Amico menyebut sejauh ini belum pernah ada laporan seks sejenis di dalam lapas, karena memang WBP selalu diawasi para sipir.

Ia sendiri berkeyakinan jika perilaku menyimpang ini sukar dilakukan lantaran di dalam satu kamar hunian terdapat banyak orang.

“Karena kalaupun mau melakukan itu sepertinya akan berpikir panjang. Soalnya penghuninya kan banyak dan petugas juga mengawasi berkala,” tuntasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kurang dari Sehari, Kalsel Tambah Puluhan Kasus Baru Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Banjir, Siswa di MA Al-Kautsar Satiung Terpaksa Diliburkan
apahabar.com

Kalsel

Turun Gunung, Pemuda Tapin Dukung Aksi #BatalkanOmnibusLaw
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Banjarmasin Gelar Unjuk Rasa Lawan Kekerasan di Balikpapan
apahabar.com

Kalsel

Harga Masker Tak Wajar Pasca Heboh Corona, Dewan Minta Instansi Terkait Bertindak
apahabar.com

Kalsel

10 Pegawainya Positif, Pemkot Banjarmasin Klaster Baru Covid-19?
apahabar.com

Kalsel

Jelang Kematian Wanita Hamil Istri Muda Pembakal di HST, Ibunda: Rumah Latifah Didatangi Anak Istri Pertama
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Pekauman, Korban Tewas dalam Posisi Sujud
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com