Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Dibayangi Varian Omnicron, Rupiah Tetap Berpeluang Menguat

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (30/11), berpeluang menguat.Kurs rupiah
- Apahabar.com     Selasa, 30 November 2021 - 11:56 WITA

Dibayangi Varian Omnicron, Rupiah Tetap Berpeluang Menguat

Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. Foto-Antara/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (30/11), berpeluang menguat.

Kurs rupiah hari ini tetap berpeluang menguat meski dibayangi varian baru Covid-19 Omicron.

Rupiah pagi ini masih bergerak menguat 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp14.311 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.319 per dolar AS.

“Kalau melihat pergerakan kemarin, masih ada kesempatan pergerakan harganya berlanjut. Namun perlu diperhatikan isu-isu ke depannya yang justru bisa membuat gerak rupiah terhadap USD malah berkonsolidasi,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Selasa dilansir Antara.

Menurut Nikolas, harapan-harapan akan agresifnya perubahan kebijakan moneter belum tampak jelas dalam pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell ataupun kurang menariknya data-data ketenagakerjaan AS.

“Dari domestik, hanya ada data inflasi besok, namun fokus lokal kelihatannya masih waspada ke varian Omicron,” ujar Nikolas.

Sementara itu, jumlah kasus harian Covid-19 di Tanah Air pada Senin (29/11) kemarin mencapai 176 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,26 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 11 kasus sehingga totalnya mencapai 143.819 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 419 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 7.960 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 138,91 juta orang dan vaksin dosis kedua 94,76 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Nikolas mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran Rp14.270 per dolar AS dengan potensi pelemahan ke are Rp14.370 per dolar AS.

Pada Senin (29/11) lalu, rupiah ditutup menguat 39 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp14.319 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.358 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Wow! Harga Emas di Pegadaian Ada yang Naik hingga Rp 10 Juta
apahabar.com

Ekbis

Haul Guru Sekumpul, XL Axiata Upayakan Internet Tidak Lelet
PSBB

Ekbis

Dibayangi Pengetatan PSBB Jawa-Bali, Rupiah Melemah

Ekbis

Harga Minyak Naik 6% Dalam Seminggu, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang Putih, Begini Trik Kementan
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Global Lesu, Ekspor Kalsel ‘Terjun Bebas’
apahabar.com

Ekbis

Tindaklanjuti IA-CEPA, Pebisnis Australia akan Kunjungi Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Wow, Ternyata Orang Ini Menjadi Penyumbang Terbanyak di Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com