4 Kecamatan di Banjarmasin Terendam Rob, Ketinggian 60 Cm Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok Sidang Kasus Korupsi HSU, KPK Hadirkan Sekda Adik Bupati Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang

Dihujani Kritik, Manajemen RSUD Ulin Banjarmasin Mulai Berbenah

apahabar.com, BANJARMASIN – Usai dihujani kritik dari berbagai elemen masyarakat, manajemen RSUD Ulin Banjarmasin mulai berbenah.
- Apahabar.com     Rabu, 3 November 2021 - 13:17 WITA

Dihujani Kritik, Manajemen RSUD Ulin Banjarmasin Mulai Berbenah

Suasana RSUD Ulin Banjarmasin terbaru usai viral di media sosial. Foto-Rizal

apahabar.com, BANJARMASIN – Usai dihujani kritik dari berbagai elemen masyarakat, manajemen RSUD Ulin Banjarmasin mulai berbenah.

Antrean sejak subuh yang banyak menuai protes masyarakat sudah dihilangkan. Kini pasien tak perlu antre untuk mengambil nomor urut. Mereka langsung diarahkan ke poli pengobatan.

Plt. Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Izaak Zoelkarnain Akbar, menjelaskan untuk meminimalkan antrean, pihaknya akan menerapkan dua cara pendaftaran: online dan offline.

“Nanti akan disosialisasikan lagi,” ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (3/11).

Dia melihat faktor yang menyebabkan membludaknya pasien belakangan ini karena faktor melandainya kasus Covid-19. Itu membuat pasien mulai berani datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya.

“Selama pandemi pasien takut ke rumah sakit. Sakit yang tidak darurat, selama ini mereka tahan. Seiring melandainya kasus Covid-19, mereka mulai berani masuk. Terbukti pasiennya membeludak,” katanya.

Sebelumnya, penampakan antrean pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin viral di media sosial, Selasa (2/11).

Pasien mengantre untuk mendapatkan pelayanan di RS milik Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut sejak subuh hari, pukul 05.00-06.00 WITA.

Mereka antre karcis pendaftaran BPJS. Untuk mendapatkan karcis, calon pasien harus meletakkan jejak antre di lantai.

Ada yang berupa amplop rontgen, map, sendal, tas, botol air mineral, atau kunci motor.

Tanda itu harus ditunggu atau diawasi agar tak ada yang menyelip jejak antrean. Sementara loket karcis baru buka pukul 07.00 WITA.

Kondisi ini sempat memantik reaksi keras dari Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin. Dia menilai manajemen RSUD Ulin memang tidak punya niat untuk berbenah.

“Mentang-mentang rujukan terbesar, mereka tidak berbenah, tidak upgrade. Apa tidak malu dengan embel-embel rumah sakit terbesar?” ucap Bang Dhin sapaan akrabnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalsel itu mengatakan, DPRD sudah bolak-balik berkunjung ke RSUD Ulin dan sudah berulang kali mengingatkan manajemen supaya memperbaiki masalah krusial di rumah sakit yang dapat merugikan masyarakat.

“Saya sudah buka lebar peluang loh ya, saya tanya di mana masalahnya? Datang ke DPRD, kita bantu. Anggaran kah yang kurang atau apa? Tapi sampai sekarang tidak ada datang. Laporan beres terus,” kata Dhin.

Bang Dhin banyak mendengar keluhan masyarakat yang datang. Mereka mengadukan soal pelayanan RSUD Ulin, termasuk di dalamnya diduga ada bisnis percaloan.

“Di Ulin calo apa yang tidak ada? Antre BPJS ada calonya, pesan kamar juga bercalo, itu kamar dibilang penuh terus, datangin sana pasti ada. Bahkan itu calo kursi roda juga ada. Urusan pegawai pun bercalo. Apa manajemen tidak tau itu? atau pura-pura tidak tau? Saya berharap jangan manajemennya juga ikutan dapat cuan dari calo,” kata Bang Dhin.

Bang Dhin mengatakan banyaknya laporan masyarakat juga disebabkan oleh lemahnya manajemen keluhan pelanggan di RSUD Ulin, dilaporkan sangat susah mengakses pengaduan masyarakat, dan petugas pengaduan masyarakatpun dianggap tidak ramah dan tidak cepat tanggap.

“Ini baru dilantik Plt direktur, artinya diberi kepercayaan untuk membereskan penyakit-penyakit di Ulin. Ke depan kalau direkturnya sudah definitif harus berani mundur jika tidak mampu,” ucap Bang Dhin.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PAMA

Kalsel

ADARO Pastikan Budget CSR PAMA Akan Dialihkan ke BUMA
apahabar.com

Kalsel

Gegara Pembeli Nyalakan Rokok, Kios Penjual Bensin di Kelayan A Terbakar

Kalsel

Mengejutkan! Kotabaru Tambah 13 Orang Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Lestarikan Adat Budaya, Putri Sultan Banjar Rangkul Kaum Milenial

Kalsel

VIDEO: Pelarian Desertir TNI Berakhir dengan Timah Panas
Banjir

Kalsel

Class Action Banjir Kalsel: Tim Advokasi Sibuk Kumpulan KTP Asli, Biro Hukum Belum Kantongi Kuasa Gubernur

Kalsel

VIDEO: Truk Terbalik di Handil Bhakti Belum Dievakuasi
Api di Kayutangi

Kalsel

Diduga Sengaja Dibakar, 4 Rumah Ludes di Kayu Tangi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com