Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon

El Salvador Akan Bangun Kota Bitcoin di Kaki Gunung Berapi

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 14:29 WITA

El Salvador Akan Bangun Kota Bitcoin di Kaki Gunung Berapi

Ilustrasi Bitcoin. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – El Salvador berencana membangun kota Bitcoin di kaki gunung berapi Conchagua di wilayah tenggara La Union. Kota tersebut akan didesain berbentuk seperti koin raksasa.

Dikutip dari BBC, Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan kaki gunung berapi Conchagua dipilih karena pemerintah ingin memanfaatkan geothermal atau panas bumi sebagai energi untuk menambang Bitcoin.

Ia menambahkan kota tersebut akan turut dibangun menjadi kawasan pemukiman, area komersial, pelayanan, museum, hiburan, kelab malam, restoran, bandara, pelabuhan, kereta api, dan sebagainya.

Kalau terwujud, pihaknya tidak akan mengenakan pajak penghasilan di kota tersebut. Yang dikenakan hanya pajak pertambahan nilai.

Nantinya anggaran dari pajak tersebut akan digunakan untuk membangun kota dan sisanya akan digunakan untuk membangun jalan supaya lebih bersih.

Namun hingga kini, Bukele masih belum mengungkapkan kapan kota tersebut akan mulai dibangun. Ia hanya mengatakan kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk membangun sarana transportasi publik ke kota itu mencapai 300 ribu Bitcoin atau setara US$17 miliar.

Namun, rencana ini menuai protes dari banyak kalangan yang menilai kripto akan menyebabkan ketidakstabilan dan inflasi ekonomi yang parah di Amerika Latin. Sebab nilai Bitcoin sangat fluktuatif dan dapat naik turun dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai informasi, El Salvador menjadi negara yang sangat tergila-gila dengan kripto, khususnya Bitcoin. Pada September lalu, El Salvador mengumumkan Bitcoin sebagai mata uang digital resmi berdampingan dengan dolar Amerika Serikat.

Selanjutnya, pemerintah merilis dompet digital dan memberikan US$30 atau setara Rp427 ribu (kurs Rp14.245 per dolar) dalam bentuk Bitcoin kepada seluruh warganya. Bahkan 20 mesin ATM Bitcoin juga dibangun di seluruh kawasan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Beijing

Internasional

Dear Pelancong, Masuk Beijing Kini Tanpa Tes Usap
Joe Biden

Internasional

Joe Biden Dilantik, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat
apahabar.com

Internasional

Positif Covid-19, Trump Belum Alihkan Tugas Kepresidenan ke Mike Pence
tentang Rezim Taliban

Internasional

Cerita Pilu Perempuan Afghanistan di RI tentang Rezim Taliban
Bisnis Konser

Internasional

Layak Ditiru, Cara Inggris Lindungi Bisnis Konser Saat Corona

Internasional

Pakai Kufiya, Supermodel Bella Hadid Ikut Aksi Bela Palestina
apahabar.com

Internasional

KJRI Jeddah: Fenomena Jutaan Jangkrik di Masjidil Haram Tak Berbahaya
apahabar.com

Internasional

Serial Animasi Omar & Hana Gelar Kompetisi Menghafal Qur’an
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com