Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Fakta Baru “Iuran Aneh” HKN Banjarmasin, Hotel Juga Dimintai!

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 18:00 WITA

Fakta Baru “Iuran Aneh” HKN Banjarmasin, Hotel Juga Dimintai!

Ketua Panitia HKN Banjarmasin usai menjalani pemeriksaan oleh kejaksaan. apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Tak hanya pungli, jaksa ikut menelusuri dugaan korupsi pungutan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Banjarmasin.

Penelusuran digeber jaksa dengan memeriksa sejumlah pihak, antara lain Ketua Panitia, Yanuardiansyah dan Direktur RS Sultan Suriansyah, M Syaukani.

“Hari ini memang kita lakukan BAP untuk memperjelas adanya dugaan tindak pidana korupsi,” kata Kepala Kejari Banjarmasin, Tjakra Suyana Eka Putra melalui Kepala Seksi Intelijen, Budi Mukhlis.

BREAKING! Jaksa Selesai Periksa Panitia HKN Banjarmasin

“Kita dalami terkait modusnya, nilainya berapa dan digunakan untuk apa saja,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, Budi mengakui memang ada beberapa indikasi upaya pengubahan dokumen.

“Ada perubahan isi surat keputusan panitia untuk iuran pada HKN. Ada 2 SK dan katanya baru tadi malam berubah,” katanya

“Lalu ada proposal yang berubah sampai 4 kali. Dengan isi dan tandatangan yang berbeda. Itu akan jadi penilaian sendiri bagi penyelidik,” tambahnya.

Dalam isi proposal yang berubah-ubah itu, terungkap jika tertera nomor dan tanggal yang sama.

“Itu akan jadi penilaian apakah ada upaya mengaburkan atau obstraction of justice,” katanya.

Hasil pemeriksaan, Mukhlis bilang, pihaknya turut meminta sejumlah barang bukti berupa kwitansi pembayaran iuran, dokumen, nomor rekening, bukti penggunaan uang hingga 24 lembar baju kaos.

“Intinya banyak hal yang membuka pemeriksaan hari ini,” katanya.

Fakta baru lainnya, iuran rupanya tak hanya diminta ke insan kesehatan saja, melainkan ke sejumlah hotel yang notabene di luar lingkup kesehatan.

“Dalam proposal memang tidak tertulis hotel, karena isi proposal itu beberapa kali berubah,” katanya.

Lebih jauh, Mukhlis menyayangkan adanya kegiatan perayaan tersebut. Mestinya, kata dia, dilakukan saja secara sederhana. Terlebih di masa pagebluk.

“Seharusnya bisa sederhana. Tapi yang terjadi bahkan di proposal itu menarget Rp500 jutaan,” katanya.

Terlepas itu, Mukhlis mengapresiasi jajaran Pemkot Banjarmasin yang sudah mau kooperatif.

“Pemeriksaan hari ini tidak ada kendala dan perkembangannya cukup signifikan,” katanya.

Sebelumnya, Panitia pelaksana HKN ke-57 di Banjarmasin kini berada di ujung tanduk.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi lepas tangan dengan mengklaim tak ikut menandatangani proposal iuran wajib HKN yang belakangan terindikasi pungli.

Pengakuan tersebut didapat media ini dari keterangan Machli saat menghadiri rapat klarifikasi Komisi IV DPRD Banjarmasin, Jumat (19/11).

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Kasus Kematian Balita di Banjarmasin, Ibu Tiri Resmi Tersangka!
Pengedar Sabu

Banjarmasin

Buang Barbuk hingga Simpan di Plastik Beras Bansos, Pengedar Sabu di Banjarmasin Digulung Polda Kalsel
Banjarmasin

Banjarmasin

Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya!

Banjarmasin

SMA Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin Pastikan Pelaksanaan ANBK dengan Prokes Ketat

Banjarmasin

Terkumpul Belasan Juta, Food Blogger Banjarmasin Bagikan Hasil Donasi Bantu Warga Terdampak Covid-19
BPBD Banjarmasin

Banjarmasin

Aksi Berani Petugas BPBD Banjarmasin Tangkap Biawak yang Masuk Toko Baju
Tabalong

Banjarmasin

KNPI Tabalong Cari Ketum Baru, Ssstttt Biaya Daftarnya Puluhan Juta Rupiah!
Sungai Andai

Banjarmasin

Pelaku Penombak Pemuda di Sungai Andai Banjarmasin Diringkus, Simak Pemicunya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com