Ssttt..Jaksa Dalami Dugaan TPPU HKN Banjarmasin Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik

Gerah Aturan Covid-19, Tiga Malam Kerusuhan Pecah di Belanda

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 16:43 WITA

Gerah Aturan Covid-19, Tiga Malam Kerusuhan Pecah di Belanda

Warga Belanda membakar ban sebagai bentuk protes ke pada pemerintah terkait aturan Covid-19. Foto-Antara

apahabar.com, AMSTERDAM – Kerusuhan pecah di kota-kota di seluruh Belanda pada Minggu (21/11) waktu setempat. Gara-gara aturan Covid-19.

Ini kerusuhan ini merupakan malam ketiga berturut-turut. Kerusuhan pecah antara sekelompok pemuda dengan aparat kepolisian Belanda.

Mereka marah dengan membakar serta melemparkan batu untuk memprotes pembatasan Covid-19 oleh pemerintah Belanda.

Kerusuhan dilaporkan muncul di Leeuwarden dan Groningen bagian utara, kota timur, Enschede, dan Tilburg di selatan.

Dari video beredar di media sosial, di Enschede, kota tempat peraturan darurat dikeluarkan, polisi menggunakan tongkat berupaya membubarkan kerumunan.

“Sementara itu di Leeuwarden, mobil polisi dilempari batu dan kelompok berpakaian hitam berteriak-teriak dan mulai melakukan pembakaran,” tulis kantor berita Reuters seperti dilansir Antara, Senin (22/11).

Menanggapi gangguan terburuk sejak penguncian menyeluruh yang mengakibatkan kekacauan yang meluas. Sudah lebih dari 500 penangkapan pada Januari.

Sementara itu polisi mengatakan lima petugas terluka pada Sabtu (20/11) malam. Di sisi lain, setidaknya 64 orang ditahan di tiga provinsi, termasuk puluhan orang yang melemparkan kembang api dan pagar selama pertandingan sepak bola di stadion Feyenoord Rotterdam.

Kerusuhan mutakhir dimulai pada Jumat (19/11) malam di Rotterdam. Di kota itu, polisi menembaki kerumunan yang membludak menjadi ratusan orang selama protes. Wali kota Rotterdam mengatakan protes itu telah berubah menjadi “hura-hura kekerasan”.

Empat orang yang diyakini terkena peluru polisi masih dirawat di rumah sakit pada Minggu, kata pihak berwenang.

Protes-protes itu dipicu oleh penentangan terhadap rencana pemerintah untuk membatasi penggunaan kartu corona nasional bagi orang-orang yang telah pulih dari Covid-19 atau telah divaksin, tidak termasuk mereka yang hasil tesnya negatif.

Belanda menerapkan kembali beberapa tindakan penguncian pada 17,5 juta warganya akhir pekan lalu selama tiga minggu awal dalam upaya memperlambat berjangkitnya virus.

Tetapi sayangnya, infeksi harian tetap berada pada level tertinggi sejak pandemi mulai merebak.

Beberapa pemuda juga marah karena larangan kembang api pada Malam Tahun Baru untuk agar rumah sakit tidak semakin kewalahan.
Perawatan di rumah sakit terpaksa dikurangi karena lonjakan pasien Covid-19.

Di antara konfrontasi paling serius pada Sabtu malam adalah yang terjadi di Den Haag. Lima petugas terluka, salah satunya serius, menurut pernyataan polisi.

Di kota itu, polisi menjalankan tugas dengan menunggang kuda dan menangkap 19 orang, salah satunya karena melemparkan batu melalui jendela ambulans yang lewat.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Akhiri Perang Dagang, AS dan China Gelar Pertemuan di Beijing
Pasukan Perdamaian

Global

Indonesia Jadi Pengirim Pasukan Perdamaian Terbesar di Perbatasan Lebanon-Israel
apahabar.com

Global

MUI Kecam Keras Penindasan Muslim Uighur di Tiongkok
Ilustrasi. Foto-Net

Global

Pembunuh Tokoh Pengungsi Rohingya Ditangkap

Global

Dekati Filipina, Topan Super Chanthu Picu Badai hingga Gelombang 10 Meter
Aljazair

Global

Aljazair Darurat Flu Burung
Drone

Global

Sudah 3 Drone Selam China Berkeliaran di Perairan Indonesia
apahabar.com

Global

Akibat Penggundulan Hutan Makin Marak, Tujuan Kesepakatan Paris Terancam Gagal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com