Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepatnya Dilantik Esok, Sederet PR Menanti Sekda Baru Banjarmasin

Ini Ternyata Motif Pencurian Buku Nikah

- Apahabar.com     Senin, 8 November 2021 - 14:02 WITA

Ini Ternyata Motif Pencurian Buku Nikah

Ilustrasi buku nikah. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan tanggapan atas pencurian buku nikah yang terjadi di beberapa KUA di Indonesia. Buku nikah tersebut ternyata salah satunya dipakai untuk penyediaan jasa kawin kontrak.

Kemenag meminta Kantor Urusan Agama (KUA) melaporkan jumlah dan nomor perforasi buku nikah yang dicuri kepada Kantor Kepolisian dan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag.

“Laporkan ke polisi, lalu catat berapa buku nikah yang hilang berikut nomor perforasinya kemudian laporkan ke Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam. Setelah kita proses, maka buku nikah yang hilang itu dinyatakan tidak berlaku,” kata Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Muhammad Adib dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Detik.com, Senin (8/11).

Adib menjelaskan dalam sebulan terakhir, setidaknya ada dua provinsi yang mengalami kecurian buku nikah. Pertama, terjadi pencurian ratusan buku nikah pada sejumlah KUA di Yogyakarta.

Kedua, pencurian ribuan buku nikah terjadi di Kemenag Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Menurut Adib, salah satu motif utama pencurian buku nikah adalah untuk diperjualbelikan ke penyedia jasa kawin kontrak.

“Maka penting untuk melaporkan jumlah kehilangan dan nomor perforasi buku nikahnya ke Kementerian Agama. Langkah tersebut diambil sebagai upaya memproses buku nikah yang dicuri untuk kemudian dinyatakan tidak sah atau tidak berlaku,” ujar pria yang akrab disapa Gus Adib ini.

Menurut Gus Adib, nomor perforasi buku nikah ini berguna sebagai salah satu pengaman untuk menghindari pemalsuan. Sepasang buku nikah yang asli tidak akan memiliki angka yang sama dengan buku nikah pasangan lainnya. Angka ini mempunyai dua buah kode huruf sebelumnya sebagai salah satu tanda dan kode kemudian lanjut dengan sembilan digit angka.

Gus Adib menambahkan, pemalsuan atau pencurian buku nikah selalu terjadi. Seperti halnya uang, serumit apa pun pengaman yang dibuat, modus pemalsuan selalu ada. Oleh sebab itu, yang tak kalah penting adalah mengetahui bagaimana cara cepat mendeteksi otentisitas dokumen tersebut.

“Terkait buku nikah yang dicuri, perlu diwaspadai pemanfaatan buku curian tersebut untuk tujuan-tujuan pemalsuan data nikah oleh pihak yang tidak berwenang. Untuk mengetahui secara cepat buku aspal itu, dapat melacaknya melalui barcode yang tertera di buku yang langsung terhubung ke database SIMKAH. Jika buku berikut data itu memang benar-benar dikeluarkan oleh KUA, pasti datanya tersimpan dalam SIMKAH,” urainya.

Selain kode dan nomor buku, pihak yg berkepentingan dapat melacak keaslian dokumen melalui nomor register. Jadi, kecocokan antara kode, perforasi, dan register merupakan kunci mengetahui keaslian dokumen nikah. Nomor register nikah merupakan rangkaian angka dengan kode tertentu sehingga menghasilkan nomor register yang unik.

“Masyarakat juga dapat mengetahui keaslian buku dengan mencocokkan kode dan nomor perforasi dengan instansi penerbitnya. Buku nikah menggunakan kode huruf dan nomor tertentu yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Jika diketahui bahwa kode dan nomor itu tidak sesuai dengan instansi penerbitnya, hampir dipastikan bahwa buku itu palsu,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kemendagri

Nasional

Jokowi Geram Simpanan Daerah Naik, Kemendagri Sebut Bukan Diendapkan
apahabar.com

Nasional

WNI Sembuh dari Covid-19 di Singapura Terus Bertambah

Nasional

Duh! Corona Varian Delta Disebut Bisa Menular Hanya dengan Berpapasan
apahabar.com

Nasional

Suhu Panas Diduga Pemicu Ledakan Mortir Perang di Gudang Brimob

Nasional

Satgas Lihat Persentase Kasus Aktif Covid-19 Terus Menurun

Nasional

Potensi Tsunami Maluku Tengah, Warga Diminta Jauhi Pantai

Nasional

Tes PCR Mahal, Jokowi Minta Ada Standarisasi Harga
Sriwijaya

Nasional

Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak, Diduga Jatuh di Kepulauan Seribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com