Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Iuran Wajib Puncak HKN, Kadinkes Banjarmasin: Untuk Beli Baju

- Apahabar.com     Senin, 15 November 2021 - 12:39 WITA

Iuran Wajib Puncak HKN, Kadinkes Banjarmasin: Untuk Beli Baju

Kadinkes Banjarmasin, Machli Riyadi bicara perihal iuran wajib saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi angkat bicara perihal iuran wajib saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 tahun, Jumat lalu (12/11).

Machli menganggap bahwa iuran tersebut sesuai kesepakatan bersama panitia untuk membeli pakaian HKN. Di antaranya seluruh kepala Puskesmas hingga Direktur RSUD Sultan Suriansyah.

“Karena kita tidak punya anggaran membeli baju, sehingga panitia ini rapat untuk membeli baju,” ujarnya, Senin (15/11).

Menurutnya pakaian tersebut tidak lain untuk memeriahkan puncak peringatan HKN yang diselenggarakan di Panggung Balai Kota Banjarmasin.

Ia juga menyebutkan bahwa yang diwajibkan menggalang iuran sebanyak Rp 100 ribu per orang adalah karyawan berstatus pegawai negeri sipil (PNS), termasuk tenaga kesehatan (Nakes).

Jika bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), kata Machli cukup langsung diberikan baju, tanpa harus bayar iuran.

“Seluruhnya dapat baju dari kesepakatan yang diatur panitia,” pungkasnya.

Penelusuran apahabar.com, panitia menggalang iuran dari rumah sakit swasta, klinik, dan laboratorium, profesi kesehatan, apotek, serta praktisi kesehatan se-Kota Banjarmasin dengan target keseluruhan minimal Rp39 juta rupiah untuk menggelar HKN tahun ini.

Galangan dana tersebut sesuai dengan proposal yang diduga dibagikan oleh Dinkes Banjarmasin.

Terkait itu, Machli menegaskan bahwa surat tersebut tidak benar adanya. Ia beranggapan pihaknya difitnah dengan keberadaan surat tersebut.

“Itu target harapan yang diinginkan mereka, tapi faktanya tidak dapat segitu,” pungkasnya.

Menurutnya galangan dana berupa pembagian proposal tersebut tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) cukup bayar secara sukarela.

Alhasil, kata Machli bahwa Fasyankes menyumbang untuk peringatan HKN. Seperti berupa barang hingga uang.

Barang tersebut rata rata barang elektronik yang dibagikan kepada penerima hadiah saat puncak HKN tadi.

“Tidak semuanya sifatnya mewajibkan. Ingat itu, kemudian emang lebih banyak barang yang disumbang daripada duit,” ucapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

Hasil Sementara PSU, AnandaMu Kuasai Sembilan TPS Murung Raya

Banjarmasin

RESMI! Kejari Banjarmasin Bentuk Timsus Usut Dugaan Pungli HKN
Banjarmasin

Banjarmasin

AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Banjarmasin

XL Axiata Sasar Banjarmasin, Ribuan Warga Disuntik Vaksin Covid-19

Banjarmasin

Yuk! Warga Banjarmasin Segera Donor Plasma Konvalesen

Banjarmasin

Polisi Periksa Intens Penyerang Kakek-Nenek di Teluk Tiram Banjarmasin
PPKM Level II

Banjarmasin

PPKM Level II Banjarmasin, Tingkat Okupansi Hotel Mulai Naik
Vaksinasi Covid-19

Banjarmasin

Demi Vaksinasi Covid-19, Ratusan Kader Posyandu di Banjarmasin Kembali Diaktifkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com