Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar Jelang Nataru di Tabalong, 4 Warga Beserta Ratusan Botol Miras Diamankan Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan

Jaksa Cecar Kadinkes Banjarmasin Soal ‘Iuran Aneh’ HKN

- Apahabar.com     Rabu, 24 November 2021 - 15:34 WITA

Jaksa Cecar Kadinkes Banjarmasin Soal ‘Iuran Aneh’ HKN

Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi dicecar sejumlah pertanyaan oleh kejaksaan. apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Machli Riyadi dicecar sederet pertanyaan oleh jaksa di Kejari Banjarmasin, Rabu (24/11). Sampai saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

Machli sempat ke luar di sela pemeriksaan dari Kejari Banjarmasin saat jam menunjukkan pukul 13.00 Wita.

“Saya tadi menjalani pemeriksaan di Kejari Banjarmasin. Ini masih berproses,” katanya kepada awak media.

Ada sekitar 6 pertanyaan yang diajukan jaksa kepada dirinya.

“Selebihnya mereka yang berwenang menyampaikan,” katanya.

Ditanya soal upaya pengaburan alat bukti, Machli pun tak menjawab gamblang. Pun soal sudah adanya anggaran HKN di Bakeuda Banjarmasin.

“Itu jaksa yang berhak menjelaskan. Saya mau salat dulu,” katanya.

Kendati begitu, Machli berkomitmen untuk kooperatif dalam penyelidikan.

“Saya siap memenuhi permintaan pemanggilan,” katanya.

Kejaksaan telah menemukan fakta baru dalam dugaan pungutan liar di HKN ke-57 Banjarmasin.

Temuan itu didapat setelah sejumlah pejabat di Pemkot Banjarmasin kembali diperiksa jaksa di Kejari Banjarmasin, Selasa (23/11).

Mereka adalah Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Nur Yaomil dan Plt Kepala Inspektorat Pemkot Banjarmasin, Taufik Rifani.

Hasil pemeriksaan, terungkap jika pelaksanaan kegiatan HKN sudah teranggarkan di Bakeuda Kota Banjarmasin dengan dana APBD.

“Jumlahnya pun besar, ratusan juta juga,” kata jaksa.

Iuran wajib HKN tertuang dalam sebuah surat. Tak cuma tanda tangan, surat itu juga dibubuhi stempel resmi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Di sana dirincikan nominal minimal iuran yang mesti dibayarkan. Di antaranya, untuk rumah sakit swasta minimal Rp2 juta. Rumah sakit Sultan Suriansyah minimal Rp25 juta. Klinik dan laboratorium, minimal Rp1 juta.

Kemudian, profesi kesehatan minimal Rp1 juta, UPTD Laboratorium dan Instalasi Farmasi minimal Rp1 juta, Bidang di Dinas Kesehatan minimal Rp1 juta, apotek minimal Rp500 ribu, toko obat minimal Rp300 ribu dan bagi para ASN Puskesmas/Dinkes per orang minimal Rp100 ribu.

Uang iuran itu, dikumpulkan melalui rekening bank. Atau melalui Sekretariat Panitia HKN ke-57 2021.

Kadinkes Bantah Paraf ‘Iuran Aneh’ HKN Banjarmasin, Jaksa Mestinya Uji Forensik

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

SMPN 33 Banjarmasin

Banjarmasin

Satu Tenaga Pendidik Terpapar Covid-19, SMPN 33 Banjarmasin Hentikan PTM Selama 3 Hari
Banjarmasin

Banjarmasin

Buntut Supian HK Tak Muncul, Massa Save KPK Bertekad Duduki Rumah Banjar
Dukung Palestina

Banjarmasin

Dukung Palestina, Puluhan Warga Banjarmasin Gelar Aksi Turun ke Jalan
Balai Kota

Banjarmasin

Per 1 September, Bertamu Ibnu Sina di Balai Kota Banjarmasin Wajib Tinggalkan KTP
PDAM Bandarmasih

Banjarmasin

Sepekan Air Bersih Tak Mengalir, Warga Alalak Tengah Kecewa dengan PDAM Bandarmasih

Banjarmasin

Catat! Lansia di Banjarmasin Bisa Batal Divaksin Covid-19, Berikut Alasannya
Banjarmasin

Banjarmasin

Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu

Banjarmasin

Usai Viral, Kabid PUPR Banjarmasin Beberkan Agenda Perbaikan Jalan Cemara Ujung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com