Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Jarang Gunakan KIS, Fatimah Tetap Konsisten Bayar Premi

- Apahabar.com     Sabtu, 20 November 2021 - 12:28 WITA

Jarang Gunakan KIS, Fatimah Tetap Konsisten Bayar Premi

Fatimah dan KIS BPJS Kesehatannya. Foto-Feri for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Fatimah (24) rutin membayar premi BPJS Kesehatan sekalipun Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) belum pernah digunakannya.

Fatimah terdaftar pada segmen PBPU atau biasa disebut juga segmen peserta Mandiri. Otomatis dia membayar sendiri iuran per bulannya sesuai kelasnya.

Bagi Fatimah, membayar iuran secara rutin setiap bulan itu agar preminya dapat digunakan oleh orang lain yang membutuhkan.

“Pasti ikhlas kalau iuran saya dipakai oleh orang lain yang sakit dan membutuhkan. Sambil selalu berdo’a agar saya dan keluarga selalu diberi kesehatan,” kata Fatimah usai mengurus administrasinya melalui Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) di BPJS Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara belum lama tadi.

Jauh sebelum terdaftar sebagai peserta Mandiri, Fatimah terdaftar sebagai peserta pada segmen PPU-PN. Iurannya ditanggung orang tuanya yang berstatus PNS.

Setelah lulus kuliah, Fatimah dialihkan ke peserta mandiri. Sebab masa tanggungan dari orang tuanya sudah berakhir.

Lantas mengapa Fatimah memilih BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatannya?

Kata Fatimah, hal tersebut murni terdorong dari keinginannya untuk memiliki jaminan kesehatan dan juga untuk membantu sesama. Pasalnya iuran BPJS Kesehatan itu memiliki konsep gotong royong.

“Atas dasar itulah saya merasa ikhlas apabila iuran yang saya bayarkan dalam setiap bulan ini kemudian dapat disubsidikan kepada peserta lain dan dapat bermanfaat bagi mereka di sana. Bisa diibaratkan dengan menjadi peserta JKN-KIS ini kita bisa secara rutin membantu sesama,” terang Fatimah.

Selain hal itu, kemudahan dari layanan BPJS Kesehatan juga turut andil membuat Fatimah mantap berada pada JKN-KIS. Seperti kemudahan mengurus administrasi lewat aplikasi maupun sambungan telepon.

“Faktor-faktor semacam ini juga yang membuat saya semakin nyaman menjadi peserta dan menambah rasa keikhlasan untuk membantu sesama melalui iuran saya di program JKN-KIS ini,” tutup Fatimah.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Mustofa, Pengayuh Becak yang Iuran Kesehatannya Dibayar Pemkab HST
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Soroti Program JKN-KIS, Sipir di Tanjung Minta BPJS Kesehatan Upayakan Perbaikan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Kismani Kantongi JKN-KIS, Tak Berarti Kesehatan Jadi Nomor Dua
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Simak Perinciannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman

BPJS Kesehatan Barabai

Berkaca Pengalaman Nenek, Gadis 17 Tahun di HST Tenang Pegang KIS
BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Tunggakan BU di HSS Tuntas, BPJS Kesehatan Barabai Apresiasi Kejari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com