Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Jokowi Geram Simpanan Daerah Naik, Kemendagri Sebut Bukan Diendapkan

- Apahabar.com     Rabu, 24 November 2021 - 21:16 WITA

Jokowi Geram Simpanan Daerah Naik, Kemendagri Sebut Bukan Diendapkan

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan simpanan daerah yang terus naik mencapai Rp226 triliun hingga November 2021.

Kabar simpanan ratusan triliun itu membuat geram Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah defisit anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN).

Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri Ardian Noervianto memastikan tak ada niat pemerintah daerah (pemda) menimbun uang. Ia mengatakan uang itu akan digunakan setelah tagihan pengerjaan proyek diterima dari kontraktor.

“Bukan, tagihan pihak ketiga ke pemda belum masuk di November. Jadi, bukan diendapkan untuk mendapatkan bunga, tidak ada,” kata Ardian dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (24/11).

Ardian menyampaikan banyak pemda yang baru melelang proyek pada Mei dan Juni. Proyek-proyek itu baru akan rampung akhir November hingga pertengahan Desember.

Di saat yang sama, pemasukan daerah dari pajak dan retribusi meningkat di akhir tahun. Dengan begitu, simpanan pemda di bank terlihat terus membesar.

“Cenderung di pemda, pada 2020 dan 2021, pembayaran termin ketiga November-Desember, biasanya minggu kedua Desember langsung turun (jumlah simpanan di bank),” ujar Ardian.

Dia mengakui perlu ada pembenahan sistem lelang agar anggaran tidak tersimpan lama di bank. Ardian mengatakan akan menerapkan kebijakan baru pada 2022.

“Untuk 2022, nanti ada surat surat dengan LKPP untuk sebut saja melakukan lelang dini agar tadi mudah-mudahan di bulan Agustus sudah rampung kegiatannya sehingga penyerapan APBD tidak harus di akhir tahun,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo geram karena simpanan pemda di bank terus meningkat. Ia menyebut total APBD di bank mencapai Rp226 triliun pada 2021.

Padahal, pemerintah pusat sedang mengalami defisit hingga Rp548 triliun. Sebagian defisit itu terjadi karena pemerintah pusat harus melakukan transfer ke pemerintah daerah.

“Ini perlu saya ingatkan uang kita sendiri saja tidak digunakan kok kejar-kejar orang lain untuk uangnya masuk? Logikanya enggak kena,” kata Jokowi pada Rakornas Kementerian Investasi, Rabu (24/11).

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

MK Siap Terima Pengajuan Uji Materi Hasil Revisi UU KPK
apahabar.com

Nasional

Hadapi Pandemi Covid-19, Jokowi Minta Masyarakat Tidak Pesimis
Rumah Mewahy

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pemeretel Rumah Mewah di Kedoya
apahabar.com

Nasional

WNA Mulai Dilarang Masuk ke Indonesia, Simak Ketentuannya
apahabar.com

Nasional

Resmi, Bukit Asam Kelola Tambang Tersangka Jiwasraya
apahabar.com

Nasional

Di Gunung Sindur, Setya Novanto Tempati Sel Pengamanan Super Maximum Security
apahabar.com

Nasional

Ke Jepang, Pemprov Tawarkan Proyek Kereta Api Kalsel
apahabar.com

Nasional

Usulkan Garam Masuk Kebutuhan Pokok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com