Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus

Kafe Viral Barabai Berulah Lagi, Pemkab HST Layangkan Surat Peringatan Kedua

Kafe viral di Jalan Murakata Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kembali berulah.Kafe yang memiliki ikon "Lion"
- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 20:08 WITA

Kafe Viral Barabai Berulah Lagi, Pemkab HST Layangkan Surat Peringatan Kedua

Pengelola Kafe Lion di Jalan Murakata diberi SP-2, Kamis (18/11). Foto: Ramadhan for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Kafe viral di Jalan Murakata Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kembali berulah.

Kafe yang memiliki ikon “Lion” atau singa di depan bangunan ini membuka biliar di lantai dua bangunan itu. Tempat biliar ini rupanya tidak ada izin resmi.

Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) HST ditemani Plt Camat Barabai, Ramadhan, Lurah Bukat, Riyadi langsung melakukan sidak ke lokasi, Kamis (18/11) sore.

“Kita tidak melarang usaha buka kafe, tetapi jalankan usaha harus sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku,” kata Plt Camat Barabai, Ramadhan kepada apahabar.com, Kamis malam.

Hasil sidak, pemilik kafe diberikan surat peringatan kedua (SP2) sebagai teguran keras. Pasalnya, pengelola kafe jelas menyalahi aturan.

Hal itu berdasarkan surat perizinan. Kafe itu izinnya hanya sebatas menyediakan makanan dan minuman ringan saja.

Ada 4 poin dalam SP2 bernomor 570/1106-2/PM PSTP TK/XV2021 yang dilayangkan instansi terkait Pemkab HST untuk pengelola kafe itu.

Pertama, kegiatan usaha tersebut tidak melaksanakan kegiatan sebagaimana tercantum pada NIB. Pengelola tisal memenuhi salah satu kewajiban sebagaimana di maksud dalam pasal 5 syat (d) persturan BKPM Nomor 5 Tahun 2021 menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasl kegiaten usaha penanaman modal.

Kedua, terdapat kegiatan/operasional usaha di luar izin.

Insatansi terkait, dalam hal ini DPMPTSP dan Tenaga Kerja mengimbau agar segera melakukan penyesuaian kegiatan usaha sesuai yang tercantum pada NIB. Selain itu pengelola juga wajib memperhatikan Surat Peringatan Pertama (SP1) tersebut dan mematuhinya.

Poin ke 4, dalam jangka waktu 15 hari kerja terhitung mulai Surat Peringatan Kedua (SP2) diterbitkan dan tidak ada tindakan nyata untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha sesuai yang tercantum pada NIB, Pemkab HST akan menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) sekaligus melakukan tindakan tegas untuk menertibkan kegiatan kafe itu.

“Hasil SP-2 ini menindaklanjuti SP1 dan sudah dirapatkan bersama Sekda HST per 15 November tadi,” tutup Ramadhan.

Sebelumnya kafe ini juga telah melanggara izin dengan membuka live musik. Ruangannya mirip pub dan ada kaum muda mudi berjoget ria. Videonya viral di sosial media.

Tak berselang lamai aparat gabungan di HST menertibkan dan mengeluarkan SP-1.

Sementara pemilik atau pengelola berkebangsaan Mesir, Hosam Faruk bersedia menandatangani surat pernyataan tidak melakukan atau memberikan ruang aktivitas di luar izin usaha, Selasa (2/11) lalu.

Surat itu ditanda tangani di atas matrai 10000 lengkap dengan tanda tangan saksi dari pihak penegak hukum maupun penegak perda dan pemerintahan HST.

Meminjam catatan DPMPTSP dan Tenaga Kerja HST, kafe tersebut legal. Pemilik mengantongi izin dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120216182606 yang diterbitkan per 26 Oktober 2021 atas nama dengan inisal Z.

Hanya saja dalam surat perizinan usaha tersebut berbentuk rumah minum atau kafe. Hanya menyediakan makan dan minum saja.

Kabid Perizinan DPMPTSP dan Tenaga Kerja, Citra Hapsari menyebut pihaknya sudah memanggil pemilik kafe. Dia memperingatkan pemilik kafe agar mengikuti aturan di surat perizinan yang mereka buat.

“Kafe ini sudah menyalahi aturan perizinan. Jadi kami berikan teguran,” kata Citra.

Jika masih mengulangi, dinas ini akan melayangkan surat peringatan. Batasnya sampai tiga kali.

Jika yang bersangkutan mengindakhan, dinas terkait akan memberikan sanksi.

“Sanksi yang paling berat, izin usahanya akan dicabut,” tutup Citra.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Vaksinasi Usia 12-17 Tahun Masih Rendah Hambat Pelaksanaan PTM di Kalsel

Kalsel

Kebakaran di Kupang Rantau Disertai Letupan Petasan
apahabar.com

Kalsel

Kembali Berubah, Kemenag Kalsel Pastikan CJH Berangkat 9 Juli
apahabar.com

Kalsel

PSBB Jilid II Hari Ke-4, Masih Banyak Ditemukan Pelanggaran
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Makan Waktu 1,5 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Penjualan Pernak-Pernik Natal Meningkat
suami mama lita

Kalsel

Suami Mama Lita Meninggal, HIPMI dan REPNAS Kalsel Berkabung!
apahabar.com

Kalsel

Jepang Korea Festival 2019 Siap Digelar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com