Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Kagetnya Ketua DPRD Tabalong Jamela Dipanggil KPK

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 16:12 WITA

Kagetnya Ketua DPRD Tabalong Jamela Dipanggil KPK

Sejumlah saksi terlihat keluar dari ruang pemeriksaan di Mapolres HSU. Pemeriksaan oleh KPK berlangsung tertutup. apahabar.com/Syarif

apahabar.com, TANJUNG – Pemanggilan Rini lrawanty, anggota DPRD Tabalong oleh KPK mengejutkan sejumlah pihak.

Wanita yang akrab disapa Jamela ini dipanggil buntut terbongkarnya megaskandal suap dan gratifikasi Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid (AW).

“Hari ini pemeriksaan saksi untuk tersangka AW,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (22/11).

Belakangan, pemanggilan Jamela yang dikenal dekat dengan Wahid mengejutkan Ketua DPRD Tabalong, Mustafa.

“Saya tidak tahu ada pemanggilan seorang anggota dewan Tabalong oleh KPK, tentu saya kaget dengan hal ini,” kata Mustafa.

Terlebih Jamela, kata Mustafa, sempat mengikuti rapat bersama seluruh anggota dewan dengan LSM.

“Pada rapat dewan dengan LSM tadi yang bersangkutan ada hingga sekitar pukul 12.00,” jelasnya.

Secara pribadi ataupun kedinasan, Mustafa mengaku tidak menerima tembusan atau pemberitahuan.

“Saya tahu itu karena kawan-kawan media yang datang ke sini untuk mengonfirmasi, “sambung Mustafa.

Secara prosedur, Mustafa bilang mestinya ada pemberitahuan terkait pemanggilan oleh pemanggil atau yang dipanggil.

“Hingga saat ini saya tidak tahu ada pemanggilan tersebut, karena tidak ada surat yang masuk ke meja kerja saya,” pungkasnya.

DPRD Tabalong

Ketua DPRD Tabalong, Mustafa. apahabar.com/Syarif

Dari Markas Polres HSU, 15 saksi terus diperiksa penyidik KPK. Pemeriksaan berlangsung tertutup dengan pengawalan ketat kepolisian sejak pukul 12.00.

Awak media bahkan tak bisa mendekati ruang pemeriksaan reskrim yang berada di ujung lorong gedung utama Mapolres HSU.

Sejumlah saksi yang selesai diperiksa memilih bungkam saat awak media ini menanyai materi pemeriksaan.

“Nanti saja,” ujarnya. Sementara, sampai berita ini selesai diketik tak tampak keberadaan Jamela di Mapolres HSU.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati HSU Abdul Wahid sebagai tersangka terkait dugaan menerima suap Rp18,9 miliar. Abdul Wahid juga ditahan.

KPK juga telah menetapkan Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Hulu Sungai Utara, Maliki, sebagai tersangka. Selain Maliki, KPK menetapkan Marhaini dan Fachriadi sebagai tersangka dari pihak swasta.

Marhaini dan Fachriadi selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP. Maliki selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 dan Pasal 65 KUHP.

Dilengkapi oleh Syarif Hidayatullah 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sidak Tambang PT TIA, Cuncung Senggol Soal Bantuan Banjir Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Razia di Tanbu, Dua Pasangan Bukan Muhrim Digiring Petugas
apahabar.com

Kalsel

Kontrakan di Taruna Praja Martapura Diobok-obok Maling
apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira, 65 Pasien di Tanbu Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Harga Sembako Naik di Pasar Paringin, Warga Mengeluh
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Banjar Segera Akreditasikan Dua Puskesmas
Satpolairud Polres Kotabaru

Kalsel

HUT ke-70, Satpolairud Polres Kotabaru Gelar Baksos di Pesisir Pulau Laut
apahabar.com

Kalsel

Ancaman Karhutla di Kalsel, SBI Was-was Konflik Bekantan dengan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com