KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan

Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak Lagi, Harga Minyak Dunia Jatuh

Harga minyak dunia jatuh sekitar tiga persen menjadi di bawah 80 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (19/11) atau Sabtu pagi WIB.
- Apahabar.com     Sabtu, 20 November 2021 - 07:01 WITA

Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak Lagi, Harga Minyak Dunia Jatuh

Ladang minyak Equinor di Johan Sverdrup, Laut Utara Norwegia. Foto-Reuters/Nerijus Adomaitis via Antara/aa

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak dunia jatuh sekitar tiga persen menjadi di bawah 80 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (19/11) atau Sabtu pagi WIB.

Jatuhnya harga minyak mentah dikarenakan melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa mengancam akan memperlambat pemulihan ekonomi, sementara investor juga mempertimbangkan potensi pelepasan cadangan minyak oleh ekonomi-ekonomi utama untuk mendinginkan harga.

Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok 2,35 dolar AS atau 2,9 persen, menjadi menetap di 78,89 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember merosot 2,91 dolar AS atau 3,6 persen, menjadi ditutup di 76,10 dolar AS per barel pada hari terakhir kontrak bulan depan.

Sementara itu Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari kehilangan sekitar 2,65 persen atau 3,4 persen, menjadi berakhir di 75,78 dolar AS per barel.

Untuk minggu ini patokan harga minyak mentah AS turun 5,8 persen, sementara Brent turun 4,0 persen, berdasarkan kontrak bulan depan. Kedua kontrak acuan melemah untuk minggu keempat berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

“Ketakutan akan hal yang tidak diketahui membebani sentimen pasar,” kata Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, di Chicago. “Kekhawatirannya adalah bahwa kita akan mendapatkan semacam pelepasan (cadangan minyak) terkoordinasi selama Liburan Thanksgiving minggu depan, ketika volume biasanya rendah dan pergerakan dramatis telah terjadi.”

Austria menjadi negara pertama di Eropa barat yang memberlakukan kembali penguncian penuh Virus Corona musim gugur ini, untuk mengatasi gelombang baru infeksi Covid-19 di seluruh wilayah. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, memperingatkan mungkin juga harus pindah ke penguncian penuh.

Harga minyak Brent telah melonjak hampir 60 persen tahun ini karena ekonomi bangkit kembali dari pandemi dan karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, hanya meningkatkan produksi secara bertahap.

“Pasar [minyak] secara fundamental masih dalam posisi yang baik tetapi penguncian sekarang menjadi risiko yang jelas … jika negara lain mengikuti jejak Austria,” Analis Pasar OANDA, Craig Erlam, mengatakan dalam sebuah catatan.

Pemerintah-pemerintah dari beberapa ekonomi terbesar dunia sedang mempertimbangkan untuk melepaskan minyak dari cadangan minyak strategis (SPR) menyusul permintaan dari Amerika Serikat, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, untuk langkah terkoordinasi mendinginkan harga.

Gedung Putih pada Jumat (19/11) menekan kelompok produsen OPEC lagi untuk mempertahankan pasokan global yang memadai, beberapa hari setelah diskusi AS dengan beberapa ekonomi terbesar dunia mengenai potensi pelepasan minyak dari cadangan strategis untuk memadamkan harga energi yang tinggi.

Spekulasi tentang rilis SPR AS telah mendorong harga minyak turun sekitar 4 dolar AS per barel dalam beberapa pekan terakhir dan pasokan tambahan hingga 100 juta barel sudah diperkirakan, kata analis minyak Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Akibatnya, dikatakan setiap pelepasan (cadangan minyak) “hanya akan memberikan perbaikan jangka pendek untuk defisit struktural.”

OPEC+ tetap berpegang pada kebijakan kenaikan produksi minyak secara bertahap bahkan ketika harga melonjak, dengan mengatakan pihaknya memperkirakan pasokan akan melebihi permintaan pada bulan-bulan pertama tahun 2022.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Presiden Setuju, Pajak Mobil 0 Persen Selangkah Lagi
Dolar

Ekbis

Pasar Asia, Dolar AS Naik ke Level Tertinggi 2,5 Tahun Terhadap Yen
apahabar.com

Ekbis

Sulap Batok Kelapa Jadi Disinfektan, Warga HSS Banjir Order
apahabar.com

Internasional

Tangani Pandemi Covid-19 Lebih Baik, Sistem Kesehatan Turki Dipuji
Palestina

Internasional

Puluhan Warga Palestina Terluka dalam Bentrokan di Yerusalem
apahabar.com

Ekbis

Masuknya Investor Buat Produksi Daging Sapi di Tanah Air Terus Meningkat
Bjb

Ekbis

Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas
Inggris

Ekbis

Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com