[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging

apahabar.com, BANJARMASIN - Dalam setahun, dua kali sudah Pemprov Kalsel memasang status siaga darurat banjir. Ilegal logging sebagai..
- Apahabar.com     Selasa, 30 November 2021 - 15:19 WITA

Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada Minggu (28/11) mengakibatkan pusat perkotaan Barabai kembali terendam banjir. apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam setahun, dua kali sudah Pemprov Kalsel memasang status siaga darurat banjir. Ilegal logging sebagai biang banjir dibantah pemerintah kabupaten.

Selain curah hujan tinggi, banjir ditengarai akibat daerah aliran sungai (DAS) yang kian kritis. Area tutupan hutan terus berkurang, sementara daerah-daerah resapan air sudah beralih fungsi. Lantas, apa respons Pemprov Kalsel?

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Roy Rizali Anwar angkat bicara. Tahun ini, kata dia, sudah ada upaya normalisasi sungai. Alokasi anggarannya berasal dari Balai Wilayah Sungai.

“Tahun depan juga ada upaya yang sama ditambah dengan pembangunan kolam regulasi yang dikerjakan sampai ke tahun 2023,” ungkapnya, tanpa menjelaskan secara rinci di mana bakal lokasi pembangunan.

Kolam dimaksud merupakan metode terbaru Kementerian PU mengurangi risiko banjir. Upaya serupa juga dilakukan di Makassar, Sulsel.

Lewat kolam regulasi, pengendalian banjir wilayah hilir dilakukan dengan cara mengatur aliran sungai. Kolam ini akan menyimpan air untuk sementara waktu selama puncak banjir melalui pelimpah (spillway) dan mengalirkannya kembali ke hilir sungai melalui pintu pengatur (metode gravitasi) dan pompa.

Roy bilang total anggaran yang digelontorkan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai mencapai Rp350 miliar.

Pemprov, kata dia, diminta membantu proses pembebasan lahan untuk pembangunan proyek tersebut.

Hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, keberadaan embung-embung di wilayah hulu sungai cukup memegang peranan penting.

Hal itu termasuk upaya jangka menengah dalam penanggulangan banjir, khususnya di HST.

“Sekarang desainnya sedang dikerjakan oleh Kementerian PU dan Pemprov Kalsel sendiri,” tandas Roy saat menghadiri Festival Akselerasi & Transformasi Ekonomi Digital Terkini (ANTASARI) dan Pengukuhan TP2DD di Banjarmasin, Senin (29/11).

Bantah Tambang Liar

Banjir Kalsel

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan Kolam Regulasi Nipa-Nipa di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI

Dalam kesempatan itu, turut hadir Wakil Bupati HST Mansyah Saberi. Awak media sempat mewawancarai sang wabup.

Disodorkan pertanyaan soal banjir di HST yang terjadi 4 kali dalam sebulan terakhir, Mansyah mengaku Pemkab masih akan menelusuri penyebab ini.

Namun, soal indikasi akibat maraknya pertambangan liar, dirinya membantah. Ia mengklaim bahwa saat ini sudah ada lagi kegiatan tersebut di HST.

Selain itu, Wabup HST menyatakan bahwa kawasan yang disebut-sebut bekas tambang ilegal kini sudah dilakukan penghijauan.

“Saya kira masyarakat di sana sudah memahami dan mengerti pentingnya pepohonan di hutan Meratus. Kemudian pemudanya juga sudah kita edukasi untuk menanami lokasi bekas tambang dengan pohon kopi,” ujarnya.

“Alhamdulillah kopi meratus yang dikembangkan warga di sana, sekarang sudah dikenal dunia,” tambahnya.

Di samping itu, dia juga berharap Bendungan Arung Hanau bisa cepat selesai guna meminimalkan luapan air di hilir.

Bendungan Arung disebut bisa menampung air sebanyak 92 juta meter kubik.

“Jadi kalau itu rampung maka permasalahan banjir sekarang ini akan selesai dengan sendirinya,” klaimnya.

Data terbaru Tagana Kalsel, lima kabupaten masih terdampak banjir. Kawasan terparah adalah HST. Banjir di sana merendam lima kecamatan. Total warga terdampak mencapai 3.146 kk/10.691 jiwa.

Terparah kedua adalah Kabupaten Balangan. Di kawasan ini ada 3 kecamatan yang terendam, dengan total 1.862 kk/5.221 jiwa.

Kemudian Kabupaten Tabalong. Meski hanya satu kecamatan; Haruai, kawasan ini mencatat sebanyak 144 kk/576 jiwa yang terdampak.

Terakhir, Kabupaten Tapin di Kecamatan Binuang serta Banjar yang merendam Kecamatan Sambung Makmur dan Pengaron.

Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rekapitulasi PSU

Banjarmasin

Rekapitulasi PSU Pilgub Kalsel di Banjarmasin Selatan: KPU Hadapi Sejumlah Kendala
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Tambang Emas di Kotabaru Longsor
apahabar.com

Kalsel

Tahun Ajaran Baru, SDN Ini Hanya Dapat 6 Siswa Baru
BMKG Kalsel

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini, Hujan Berpetir Masih Mengancam
Paramasan Batulicin

Kalsel

Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang
apahabar.com

Kalsel

Sikat Hiasan Lampu di Siring Banjarmasin, Dua Pria Kena Sanksi Sosial
apahabar.com

Kalsel

Cara Kakwarran Kelumpang Hulu Kotabaru Maknai HUT Pramuka Saat Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Rumah Terbakar di Sarang Halang Pelaihari, 1 Pikap dan 2 Motor Jadi Arang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com