Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus

Kebijakan Perjalanan Darat Jarak Jauh Wajib Antigen/PCR, Kebijakan di Masa Sulit

Syarat wajib PCR/antigen untuk perjalanan darat antar kabupaten-kota di luar Pulau Jawa-Bali menuai kritik dari DPD Organisasi Angkurat Darat
- Apahabar.com     Kamis, 4 November 2021 - 12:13 WITA

Kebijakan Perjalanan Darat Jarak Jauh Wajib Antigen/PCR, Kebijakan di Masa Sulit

Kebijakan pemerintah soal tes antigen/PCR sebagai syarat wajib perjalanan darat jarak jauh dinilai sangat memberatkan masyarakat. Foto-apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Syarat wajib PCR/antigen untuk perjalanan darat antar kabupaten-kota di luar Pulau Jawa-Bali menuai kritik dari DPD Organisasi Angkurat Darat (Organda) Kalsel.

Aturan terbaru Kementerian Perhubungan ini dinilai semakin memberatkan para sopir dan masyarakat.

Selain itu, jarak antar kabupaten/kota di Kalsel dinilai tidak terlalu jauh. Di samping kondisi penyebaran virus corona yang sudah mulai melandai.

“Kalau mau diberlakukan juga wajib PCR/antigen itu harus ditanggung oleh pemerintah,” ucap Sekretaris DPD Organda Kalsel, Edy Sucipto kepada apahabar.com, Kamis (4/11).

Menurut Edy, ekonomi masyarakat saat ini sudah sangat sulit. Ditambah lagi dengan aturan yang menelan biaya tidak sedikit ini, tentu kata Edy akan semakin membebankan masyarakat.

“Termasuk para sopir angkutan juga mengeluh kesulitan dapat penumpang. Jika diberlakukan syarat wajib PCR/antigen ini, tambah menderita para sopir,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah mestinya memberlakukan kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat di masa sulit saat ini.

Jangan sampai, kata dia, kebijakan-kebijakan kontroversial semacam ini memantik kecurigaan. Dalam kata lain, ada oknum yang mengambil keuntungan berbisnis di PCR/antigen ini.

“Kalau ada seperti ini mesti diusut tuntas dan harus dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Dalam SE terbaru Kemenhub, seluruh perjalanan darat jarak jauh diwajibkan untuk tes antigen 1×24 jam atau tes PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Selain diwajibkan menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen, pelaku perjalanan juga diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

OTG di Tanbu Capai 684, Batulicin Tertinggi
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi, 5 Kabupaten Waspada Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

2 Hari, Kasus Covid-19 Kotabaru Tetap di Angka 431
Wahid Amuntai

Kalsel

Digeledah KPK, Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Jadi Tontonan Warga
Kalsel

Kalsel

Catat Tanggalnya, Pemungutan Ulang Pilgub Kalsel Digelar Usai Lebaran!
apahabar.com

Kalsel

Saran Paman Birin Agar Bungkus Daging Kurban Tidak dengan Kantong Plastik

Kalsel

Pascabanjir, PUPR Siapkan Rp36 Miliar Perbaiki Infrastruktur di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Januari 2019, Kantor Imigrasi Kalsel Terbitkan Ribuan Paspor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com