Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas Jalan Provinsi di HSU Rusak Parah, Truk Bermuatan Semen Amblas

Kecam Aktivitas Tambang Ilegal di Balikpapan, Jatam Desak Usut Tuntas Hingga ke Akar

- Apahabar.com     Sabtu, 20 November 2021 - 00:07 WITA

Kecam Aktivitas Tambang Ilegal di Balikpapan, Jatam Desak Usut Tuntas Hingga ke Akar

FOTO: Terungkap aktivitas tambang ilegal di Balikpapan, Kaltim. Foto-apahabar.com/Istimewa.

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus tambang ilegal di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendapat sorotan dari publik.

Meski polisi telah menetapkan seorang tersangka yang berperan sebagai pengawas lapangan, namun hal ini belum memuaskan hati masyarakat.

Sorotan datang dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim yang menyoroti kasus tambang ilegal di Balikpapan.

Dinamisator Jatam, Pradarma Rupang berharap penyidik mengembangkan kasus ini sampai pada akar-akarnya.

“Yang perlu didalami adalah siapa-siapa saja aktor-aktor lain yang terlibat dalam proses PETI di Balikpapan. Contoh, pemodalnya. Selain pemodal kita juga mengingatkan ke penyidik jangan sampai pada operator di lapangan saja, tapi juga harus mengejar pemodal, siapa yang memiliki atau menyewakan alat berat,” kata dia, Jumat (19/11).

Selain itu Rupang juga menyebut pelabuhan yang digunakan sebagai bongkar muat batu bara ilegal tersebut harus diusut. Pelabuhan tersebut tentu harus diperiksa apakah resmi atau tidak berizin.

“Lalu mereka yang melayani untuk pengangkutan dalam hal ini truk-truk angkutnya. Lalu pelabuhan mana yang dilalui sebagai jalur untuk bongkar muatnya. Itu harus di cek, kalau pelabuhan resmi harusnya juga pihak penyidik menjerat pelaku karena turut terhubung,” jelasnya.

Tak hanya itu, Rupang juga menegaskan agar penyidik mengembangkan tersangka hingga kepada pembeli. Hal ini tentu harus dilakukan agar membasmi organisasi tambang ilegal di Kaltim.

“Lalu yang kelima tentu saja pembelinya, itu juga harus dikejar. Itu harus dicari tahu melalui tersangka yang sudah ditangkap ini. Ceritakan bagaimana rantai-rantai terhubungnya aktivitas ilegal ini,” tuturnya.

Soal hukuman yang disangkakan, Rupang sejatinya mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah kota Balikpapan melaporkan hal ini.
Beberapa pasal pun bakal menjerat pelaku, namun Rupang berharap penyidik juga menambahkan Perda No 10 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dan Kelapa Sawit.

“Selain KUHP, ada Perda No 10 Tahun 2012 penting untuk dinaikkan sebagai dasar pemberatan terhadap pelaku. Seharusnya itu sudah efektif untuk diterapkan. Saya yakin pelaku dalam modus operandinya menggunakan jalan umum sebagai bagian dari operasi pelaksanaannya,” ungkapnya.

Rupang berharap kasus ini bisa diusut tuntas sampai kepada tersangka lain yang terlibat. Sebab ia meyakini kejahatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) disinyalir sangat terorganisir.

“Inilah yang sulit, karena ada organisasi dari proses kejahatan PETI yang sudah meluas sampai ke Balikpapan,” pungkasnya.

Polisi Tetapkan Pengawas Lapangan Sebagai Tersangka Tambang Ilegal 

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Thirdy Hadmiarso

Kaltim

Sayonara Turmudi, Welcome Thirdy Hadmiarso
apahabar.com

Kaltim

Rumah Dinas Bupati PPU Habiskan Rp 34 M Belum 100 % Rampung
Masjid As Salam

Kaltim

Kasus Meninggi di Graha Indah, Masjid As Salam Ditutup untuk Salat Jumat
apahabar.com

Kaltim

Pemilu Serentak 2019, Gubernur: Kaltim Masuk Zona Hijau

Kaltim

Meski Kasus Covid-19 Turun, PPKM Level 4 di Balikpapan Kembali Diperpanjang
apahabar.com

Kaltim

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Baqa, Kepala Dinas Pasar Samarinda Ditahan
kebakaran

Kaltim

Siang Hari, 3 Rumah di Balikpapan Ludes Terbakar dan 1 Sekolah Terdampak
Pencabulan Anak

Kaltim

Pengacara Lega, Kasus Pencabulan Anak di Balikpapan Berlanjut Pasca-ancaman Ultimatum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com