Banjarmasin ‘Calap’ Lagi, Perhatikan Barang Elektronik! Demo Besar-besaran, Ribuan Buruh Tabalong Matangkan Persiapan RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah

Kejagung soal Jaksa Tuntut Istri Omeli Suami Mabuk: Tak Peka!

- Apahabar.com     Senin, 15 November 2021 - 23:52 WITA

Kejagung soal Jaksa Tuntut Istri Omeli Suami Mabuk: Tak Peka!

Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan eksaminasi khusus atas perkara istri dituntut 1 tahun karena memarahi suami mabuk.

Kejagung menilai jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus ini dari sebelum sampai penuntutan tidak memiliki kepekaan.

“Dari tahap pra penuntutan sampai dengan tahap penuntutan, baik dari Kejaksaan Negeri Karawang, maupun dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran langsung di kanal YouTube Kejaksan RI, Senin (15/11/2021).

Leonard menerangkan jaksa penuntut umum Kejari Karawang telah empat kali menunda pembacaan tuntutan dengan berbagai alasan kepada majelis hakim. Rencana penuntutan diajukan ke Kejati Jawa Barat pada 28 Oktober, akan tetapi persetujuan tuntutan baru diterima 3 November.

“Jaksa penuntut umum pada Kejari Karawang telah melakukan penundaan pembacaan tuntutan pidana sebanyak empaat kali dengan menyampaikan alasan kepada majelis hakim dengan alasan rentut belum turun dari Kejati Jabar, padahal rencana tuntutan baru diajukan dari Kepala Kejari Karawang ke Kejati Jabar pada 28 Oktober 2021 dan diterima di Kejati Jabar tanggal 29 Oktober 2021,” kata Leonard.

“Dan persetujuan tuntutan pidana dari Kejati Jabar dengan nota telepon per tanggal 3 November 2021, Namun pembacaan tuntutan pidana oleh jaksa penuntut umum pada tanggal 11 November 2021,” sambungnya.

Tak hanya itu, Leonard menyebut para jaksa yang menangani kasus tersebut mengabaikan perintah pimpinan yang tertuang dalam pedoman Nomor 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan Bagi Perempuan dan Anak dalam Perkara Pidana. Para jaksa juga mengabaikan pedoman Nomor 3 Tahun 2019 tentang Tuntutan Pidana Perkara Tindak Pidana Umum tertanggal 3 Desember 2019 dan tujuh perintah Jaksa Agung.

“Yang merupakan norma/kaidah dalam pelaksanaan tugas penanganan perkara atas nama Terdakwa Valencya Alias Nengsy Lim sehingga mengingkari norma/kaidah, hal ini dapat diartikan tidak melaksanakan perintah pimpinan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Valencya (45) ibu dua anak ini, dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum karena kerap omeli suaminya yang mabuk, CYC, asal Taiwan. Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Karawang.

Dalam pembacaan tuntutan, jaksa penuntut umum mengatakan Valencya menjadi terdakwa dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga psikis dan dituntut 1 tahun kurungan penjara.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri

Nasional

Bupati Selayar Mengaku Tak Tahu Ada Jual Beli Pulau Lantigiang
PKS

Nasional

Tanggapi Isu Pengambilalihan Demokrat, PKS Sebut Ini Masalah Serius
apahabar.com

Nasional

Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek

Nasional

Sidang Gugatan AD/ART Demokrat Kembali Digelar Hari Ini
Giant

Nasional

8 Fakta Gerai Giant Seluruh Indonesia Ditutup, Tangis Karyawan Pecah
apahabar.com

Nasional

Sehari Pasca Kim Muncul, Korut-Korsel Baku Tembak
Pulau

Nasional

Bayar Rp900 Juta, Wanita Ini Segera Miliki Keindahan Pulau Lantigiang Selayar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com