Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Kejari Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan iPad di DPRD Banjarbaru

- Apahabar.com     Jumat, 12 November 2021 - 22:22 WITA

Kejari Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan iPad di DPRD Banjarbaru

Kejari Banjarbaru menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi IPad di Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru. Foto-KBK

apahabar.com, BANJARBARU – Kejaksaan Negeri Banjarbaru akhirnya menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi IPad di tubuh sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Andri Irawan melalui Kasi Intel Kejari Banjarbaru, Nala Arjuntho menyebutkan dua inisial yang ditetapkan menjadi tersangka yakni AY dan AS.

Itu, disebutkan dalam ekspose atau paparan perkara guna melakukan penetapan tersangka atas perkara tindak pidana korupsi pengadaan l-PAD di Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2020 Senin (8/11) lalu.

Berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan dalam proses penyidikan serta didukung dengan hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tim penyidik dan peserta ekspose meyakini dan sepakat untuk menetapkan tersangka perkara tindak pidana korupsi ini, yakni saudara AY selaku ASN di Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru dan AS selaku penyedia,” ujar Nala melalui Pers Rilis yang diterima apahabar.com, Jumat (12/11) malam.

Penetapan tersangka ini, sebutnya telah ditetapkan secara tertulis dan dimasukan dalam administrasi Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banjarbaru serta akan ditembuskan kepada para tersangka atau keluarganya.

Ditegaskannya pula, dengan adanya penetapan tersangka atas perkara tindak pidana korupsi ini, maka hal ini sebagai bentuk profesionalitas dan integritas tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Banjarbaru.

“Sekaligus jawaban atas keraguan dari pihak tertentu tentang proses penanganan perkara ini,” tegasnya.

Selanjutnya, kata Nala, tim penyidik akan mempercepat proses penyidikan perkara untuk selanjutnya diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (P-16) dan dilakukan penelitian atau prapenuntutan dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

Adapun para tersangka untuk sementara tidak ditahan karena dinilainya kooperatif.

Sebagai pengingat, kasus dugaan korupsi, pengadaan IPad dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan umum pada akhir April 2021 lalu.

Sebanyak 30 unit IPad juga telah diamankan pihak penyidik Kejaksaan.

Sebagai informasi, guna menunjang kinerja dewan, lebih dari Rp 500 juta yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2020 digelontorkan untuk komputer tablet buatan Apple itu.

Dari penelusuran media ini, diduga spesifikasi iPad yang dibeli adalah tipe yang lebih rendah yakni iPad Pro 11. Mestinya, yang dibeli Sekretariat DPRD Banjarbaru adalah iPad Pro 12.

Ihwal itu pun dibenarkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Banjarbaru, Yandi Primanda sebelum serah terima jabatan kepada pejabat baru Erlianti.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

bencana

Banjarbaru

Bencana Terus Datang, Pemkot Banjarbaru Siapkan Anggaran Darurat
Gerakan Kaos Hitam

Banjarbaru

PPKM Dikritik Habis Gerakan Kaos Hitam: Dari Bantuan Sampai Capaian Vaksinasi
Cempaka

Banjarbaru

Satu Rumah Warga di Cempaka Banjarbaru Hangus Terbakar

Banjarbaru

Satgas Covid-19 Kalsel Tegas Melarang Mudik Lokal
Kalsel

Banjarbaru

Fakta tentang Eksekutor Pembunuh Rundy Perawat RSDI Banjarbaru
Wali Kota Banjarbaru

Banjarbaru

Bertahan di PPKM Level IV, Begini Penjelasan Wali Kota Banjarbaru

Banjarbaru

Breaking! Kecelakaan Maut R2 Vs R4 di Banjarbaru, Pemotor Tewas di Tempat

Banjarbaru

Libur Panjang, Ini Imbauan Pjs Wali Kota Banjarbaru Untuk Hindari Klaster Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com