Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Kepergok Tangkap Ikan Ilegal di Australia, 3 Kapal dari Indonesia Dibakar

- Apahabar.com     Senin, 8 November 2021 - 09:23 WITA

Kepergok Tangkap Ikan Ilegal di Australia, 3 Kapal dari Indonesia Dibakar

Ilustrasi. Foto-AFP

apahabar.com, JAKARTA – Tiga kapal dari Indonesia dibakar Australia karena kedapatan masuk dan menangkap ikan secara ilegal di peraiaran Negeri Kanguru.

Pasukan Perbatasan Australia (ABF) merilis serangkaian foto yang menunjukkan perahu kecil berwana-warni terbakar di permukaan laut setelah patroli tiga hari di dekat Rowley Shoals Marine Park, lepas pantai utara Australia Barat.

Patroli itu dilakukan setelah ABF mendapat laporan dari operator tur kapal lokal yang mengatakan lusinan kapal asing berlayar di perairan tersebut. Mereka khawatir soal risiko pembajakan.

Selain menghancurkan tiga kapal Indonesia, ABF juga mengusir 13 kapal ikan Indonesia lainnya ke luar perairan Australia.

“Akhir pekan kami cukup sibuk karena kami menemukan 16 kapal yang menangkap ikan secara ilegal dan meresponnya bersama dengan WA Fisheries,” kata Komando Perbatasan Maritim Australia, Laksamana Muda Mark Hill seperti dilansir CNN Indonesia yang mengutip ABC Australia, Senin (08/11)).

“Ini menunjukkan tekad bahwa kita harus melawan penangkapan ikan ilegal, tidak hanya di daerah Rowley Shoals, tetapi di seluruh bagian utara negara ini,” paparnya menambahkan.

ABF juga menyita ratusan kilogram peralatan penangkapan ikan dan hasil tangkapan kapal-kapal tersebut. Sekitar 630 kilogram teripang juga disita dari kapal-kapal itu.

Laksamana Hill mengatakan para nelayan Indonesia tersebut tampak tidak terkejut dengan penangkapan itu.

“Mereka sudah terbiasa karena sayangnya kami melihat beberapa residivis (nelayan yang pernah tertangkap). Pada umumnya para nelayan cukup patuh, mereka tidak agresif dan mereka melakukan apa yang kami minta,” ucap Hill.

Tidak ada satu pun nelayan yang ditahan atau diadili dalam insiden itu meskipun pihak berwenang Australia telah menempuh cara tersebut sebelumnya.

Laksamana Hill berdalih peningkatan penangkapan ikan ilegal di perairan Australia ini didorong oleh faktor ekonomi di Indonesia.

Ia mengklaim penegakan hukum oleh otoritas Australia tetap maksimal meski di tengah pandemi Covid-19.

Hill menuturkan para petugas masih menaiki kapal-kapal ilegal yang ditangkap saat dibutuhkan dengan tetap menggunakan APD untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19.

Grant Barker, direktur Northern Wildcatch Seafood Australia, mengatakan dia prihatin dengan meningkatnya jumlah kapal penangkap ikan ilegal selama beberapa waktu.

“Kami memiliki lima kapal yang beroperasi di perikanan itu, jadi kami cukup sering berinteraksi dengan nelayan ilegal,” ucap Barker.

“Kami menghabiskan cukup banyak waktu bekerja dengan Border Force, AFMA [Otoritas Pengelolaan Perikanan Australia] dan WA Fisheries, mencoba untuk tetap memantau mereka (kapal ilegal),” paparnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Hubungan Mencair, Cina Mulai Impor Beras Amerika
apahabar.com

Global

Surati Presiden Moon, Kim Jong-Un Dorong Denuklirisasi Semenanjung Korea
apahabar.com

Global

Usia Terpaut 24 Tahun, Raja Malaysia Nikahi Miss Moscow
apahabar.com

Global

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran
apahabar.com

Global

Aksi Bejat 9 Oknum TNI AD, Bakar 2 Warga Papua untuk Hilangkan Jejak
apahabar.com

Global

Putin: Pemimpin Ukraina Dalangi Bentrok Angkatan Laut

Global

Erdogan Usir 10 Dubes Negara Asing, Ini Alasannya
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com