Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Lagi, Pengaturan Skor Terjadi di Liga 3 Jatim, Sejumlah Pelaku Dipecat!

- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 17:27 WITA

Lagi, Pengaturan Skor Terjadi di Liga 3 Jatim, Sejumlah Pelaku Dipecat!

Logo Liga 3. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus pengaturan skor alias match fixing kembali terjadi di Indonesia, tepatnya di Liga 3 Zona Jawa Timur.

Kasus ini melibatkan dua klub Liga 3 Jatim, di antaranya Gresik Putra dan NRZ Sumbersari.

Sebagaimana diketahui, kasus match fixing memang menjadi isu hangat di publik sepak bola Tanah Air.

Riak-riaknya terlihat setelah oknum wasit Liga 1 2021 dalam acara Mata Najwa mengaku melakukan pengaturan skor.

Belum lama geger kasus pengaturan skor di Liga 1, kini muncul lagi kasus match-fixing dari Liga 3 Zona Jatim.

Gresik Putra (Gestra Paranane FA) secara resmi memecat dua pemain dan satu ofisial karena terindikasi terlibat pengaturan skor.

Kedua pemain itu berinisial AC dan HPS, serta ada DGR, ofisial tim yang menjabat sebagai Kitman.

Manajemen Gestra Paranane memecat ketiganya karena terbukti melakukan pertemuan dengan sejumlah orang yang menawarkan kerja sama untuk mengatur skor pertandingan.

“Dua pemain kami disuruh mengalah dengan iming-iming imbalan puluhan juta rupiah. Tujuannya untuk memenangkan Persema Malang,” ucap Manajer Gestra Paranane, Bagyo Sulaksono dinukil dari Bolasport, Kamis (18/11) sore.

Dalam pertandingan terakhir di Stadion Gajayana, Malang, Gestra Paranane harus menerima kekalahan telak dengan skor 1-5.

Sebelumnya, manajemen Gestra Paranane juga diminta untuk mengalah menjelang pertandingan melawan NZR Sumbersari.

Mafia yang meminta Gestra Paranane mengalah memberi iming-iming mencapai 100 juta rupiah, tetapi tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh pihak manajemen.

“Kasus pengaturan skor melawan NZR Sumbersari juga sudah kami laporkan. Bukti-bukti sudah kami serahkan dan sekarang sedang dalam penyelidikan komdis Asprov PSSI,” Lanjut Bagyo.

Dari sisi NZR Sumbersari, pihak tim menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam upaya pengaturan skor apapun.

Media Officer NZR Sumbersari, Dani Kristian, juga menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada Komisi Disiplin PSSI Jatim.

“Kami tidak pernah terlibat dalam pengaturan skor, yang jelas isu ini merugikan tim. Kami sayangkan sampai membawa nama NZR Sumbersari,” jelas Dani Kristian.

Pihaknya juga siap membantu untuk mengungkapkan para pelaku di balik pengaturan skor itu jika dibutuhkan.

Karena, jika dibiarkan, nama NZR Sumbersari turut jadi taruhan.

“Kami siap membantu jika dibutuhkan, karena kami mendukung pemberantasan pengaturan skor. Dalam release yang tersebar juga tidak dijelaskan siapa yang memberikan imbalan,” tutupnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Todd Punya Alasan Merasa Nyaman jadi Supersub di Timnas U-22
apahabar.com

Sport

Beruntung, Marcus/Kevin ke Final Malaysia Masters 2019

Sport

Kalah Dua Kali Beruntun di Liga Inggris 2021/2022, Arsenal Diprediksi Terdegradasi
apahabar.com

Sport

Seru! Takraw Putri Beri 2 Emas di Kejurprov Kalsel untuk HUT-55 Tapin

Kaltim

Lepas Kontingen Balikpapan Menuju PON Papua, Pemkot Siapkan Bonus Rp1,4 M

Sport

Diakuisisi Pangeran Arab, Sumber Dana Newcastle United Lampaui Manchester City
apahabar.com

Sport

Kejuaraan Karate Lemkari Banjar Open Resmi Digelar

Sport

Hasil Liga Inggris: Raih 17 Kemenangan Beruntun, Manchester City Korbankan Everton
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com