Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca Ssttt..Jaksa Dalami Dugaan TPPU HKN Banjarmasin Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik

Langkah Menteri PUPR Atasi Banjir Sintang Kalbar

- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 20:55 WITA

Langkah Menteri PUPR Atasi Banjir Sintang Kalbar

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau banjir di Sintang Kalbar, Kamis (18/11). Foto-Antara

apahabar.com, SINTANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan akan melakukan rekayasa untuk penanganan banjir di Sintang, Kalimantan Barat.

Caranya dengan giofak, terutama untuk menghadapi perkiraan banjir besar yang mungkin terjadi pada Januari hingga Maret 2022.

“Prediksi dari BMKG akan terjadi banjir jauh lebih besar lagi, sehingga perlu rekayasa pengendalian banjir jangka pendek dengan giofak,” kata Menteri Basuki Hadimuljono seperti dilansir Antara, Kamis (18/11) malam.

Menteri Basuki mengatakan segera dilakukan pengukuran dengan giofak untuk pelaksanaan rekayasa pengendalian banjir, seperti yang dilakukan di Lubuk Utara.

“Teman saya dari Balai Sungai akan segera melakukan pengukuran, jadi nanti saya bikin dengan giofak, bukan karung pasir lagi sekarang, tapi giofak, lebih kuat dia mengalirkan air,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki menyebutkan akan melaporkan kejadian di Sintang secara teknis ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi saya ke sini, atas perintah Presiden, sebelum mungkin beliau ke sini, saya diminta mendahului untuk melaporkan secara teknis, kalau non teknis sudah dilakukan oleh Mensos dan Ketua Komisi V DPR RI,” kata Menteri Basuki saat meninjau ke Sintang.

Dikatakan Menteri Basuki, kemiringan sungai Kapuas dari 1.100 kilometer itu hanya beda 40 kilometer dari hulu ke hilir, jadi sangat landai sehingga berkelok-kelok. Sedangkan sungai Melawi lebih curam, lebih cepat menahan Sungai Kapuas.

“Sungai Melawi coklat dan Kapuas lebih jernih, artinya di Melawi bagian hulunya lebih rusak dari Kapuas, rusak bukan karena apa-apa, bisa macam-macam, bisa karena longsor atau juga penambangan dan pembukaan hutan, jadi macam-macam,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan yang akan dilakukan pertama kali nantinya adalah pengendalian banjir.

“Perbaikan jalan di Lintas Melawi sebenarnya sudah kontrak, tetapi karena banjir jadi tidak bisa. jadi kita atasi dulu banjir supaya tidak tergenang,” ujarnya.

Kunjungan Menteri PUPR ke lokasi banjir di Sintang Kalimantan Barat didampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan Bupati Sintang Jarot Winarno.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Olah TKP Kebakaran Maut di Sekadau, Jendela Kamar Terkunci Mati
apahabar.com

Kalbar

BMKG: Kalbar Waspadai Angin Kencang
apahabar.com

Kalbar

Lima Orang Utan Dilepasliarkan di TN Bukit Baka-Bukit Raya
apahabar.com

Kalbar

Komentari Sultan Hamid II, Hendropriyono Dipolisikan
apahabar.com

Kalbar

BMKG Deteksi Ada 6.382 Hotspot di Kalbar
Bupati Karolin

Kalbar

Enggan Petaninya Ngeluh, Bupati Karolin Gandeng Perpadi
apahabar.com

Kalbar

Masyarakat Lembah Bawang Kalbar Kukuhkan Hutan Adat
apahabar.com

Kalbar

Massa Tutup Ruas Jalan Menuju Jembatan Kapuas I Pontianak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com