Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Menko Luhut Batasi Impor Migas, Cari Lapangan Baru

Pendapatan terbesar di Indonesia di antaranya di sumbang dari sektor minyak dan gas. Meski demikian, Menteri Koordinator
- Apahabar.com     Senin, 29 November 2021 - 16:12 WITA

Menko Luhut Batasi Impor Migas, Cari Lapangan Baru

Ilustrasi tambang miyak. Foto-Net.

apahabar.com, BALI – Pendapatan terbesar di Indonesia di antaranya di sumbang dari sektor minyak dan gas. Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tak ingin mengimpor banyak Migas. Dia menyarankan untuk mencari lapangan Migas baru di Indonesia.

Menko Luhut menyebut, Indonesia setiap tahunnya terlalu banyak mengimpor hasil migas yang berdampak negatif terhadap defisit transaksi berjalan (current account deficit). Menurut perhitungannya, negara mengeluarkan USD 20 miliar per tahun untuk impor minyak, dan USD 2,5 miliar untuk gas.

“Sementara Indonesia butuh 1,4 juta barrel minyak per hari. Sedangkan Indonesia hanya bisa memproduksi 700 ribu barrel minyak per hari. Artinya, kita hanya bisa menenuhi setengah kebutuhan dalam negeri,” ungkap Luhut pada The 2nd IOG 2021, dilansir Liputan6.com, Senin (29/11).

Padahal, Indonesia yang berada di lempeng tektonik semestinya punya banyak kekayaan energi dan mineral. Luhut menyatakan, lapangan migas potensial semestinya bisa ditemukan di banyak tempat.

“Pada hakikatnya, lapangan-lapangan yang telah ditemukan kemungkinan hanya sebagian kecil dari total potensi yang kita miliki. Karena itu, penemuan lapangan (migas) baru masih sangat memungkinkan,” serunya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, IHSG Diprediksi Bergerak Datar dan Rawan Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Sulap Batok Kelapa Jadi Disinfektan, Warga HSS Banjir Order
apahabar.com

Ekbis

Pasca-Lebaran, Gejolak Harga Gas 3 Kg di Banjarmasin Masih Terjadi
apahabar.com

Ekbis

Lifting Minyak 2019, SKK Migas Kalsul Andalkan Kaltara

Ekbis

Tanpa Peta Jalan Ekonomi Hijau Mustahil Cegah Eksploitasi Investor Asing
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan dengan Debat Capres AS, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif
apahabar.com

Ekbis

Ini Alasan Indosat Ooredoo Harus Kurangi 677 Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com