Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar Jelang Nataru di Tabalong, 4 Warga Beserta Ratusan Botol Miras Diamankan Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan

Nenek Asal HSS Menghilang, Diduga Tenggelam di Sungai Amandit

- Apahabar.com     Rabu, 24 November 2021 - 14:47 WITA

Nenek Asal HSS Menghilang, Diduga Tenggelam di Sungai Amandit

Lokasi Jumiah diduga tenggelam. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Warga Dusun Ahan Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS), digegerkan hilangnya seorang nenek bernama Jumiah (69), Rabu (24/11).

Jumiah diduga tenggelam di Sungai Amandit sekira pukul 05.00 WITA. Saat melakukan pencarian di pinggir sungai, pihak keluarga korban menemukan bekas seseorang tergelincir di tanah sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) HSS, korban sedang berkunjung ke rumah keluarganya di Dusun Ahan Desa Lumpangi Kecamatan Loksado.

“Jumiah warga Jalan Raya Serongga RT 7 RW 2 Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu,” ucap Bidang Komunikasi Kerukunan BPK HSS, Kamaruddin.

Pada subuh tadi, kondisi air di sana diketahui mengalami kenaikan karena hujan melanda pegunungan Meratus Loksado dan hingga kini debit air masih tinggi.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD HSS Syamsudin membenarkan peristiwa tersebut. Tim SAR gabungan sedang menyisir lokasi melakukan pencarian di Sungai Amandit.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan hilangnya korban karena tenggelam atau karena faktor lain.

Pasalnya, tidak ada saksi yang melihat secara langsung bahwa Jumiah tercebur ke sungai.

Syamsudin menceritakan korban tinggal di Tanah Bumbu dan menginap di Desa Lumpangi tempat keluarganya.

Tadi malam, Jumiah bersama keluarganya sedang pijat hingga pukul 02.00 WITA.

Keluarga berpesan kepada Jumiah supaya jangan pergi ke sungai jika ingin buang air karena kondisi sedang pasang.

“Pihak keluarga kemudian tertidur. Lalu bangun menjelang subuh sudah tidak melihat korban lagi,” terang Syamsudin.

Karena curiga, keluarga kemudian mencari ke sungai dekat rumah dan ditemukan bekas seseorang tergelincir.

“Ada tanda tergelincir, bekas tangan mencengkram tanah,” jelasnya.

Tim SAR gabungan kemudian mencari korban, menyisir sejauh 10 kilometer dari titik awal korban diduga tenggelam.

“Sementara kami mencari penyisiran sampai ke Dusun Kandihin Desa Hanuluk Loksado,” ujar Syamsudin.

Pihaknya bersama Kerukunan BPK HSS juga telah mendirikan Posko Induk pencarian korban diduga tenggelam.

“Rekan-rekan relawan dan Basarnas Tabalong juga sedang meluncur,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

GOW HSS dan Seruyan Bersilaturahmi

HSS

Tewas di Rumah Sendiri, Pria di HSS Diduga Bunuh Diri
apahabar.com

HSS

Liburan Hemat di Hulu Sungai Selatan, Wisata Bamboo Rafting Khas Loksado di Desa Halunuk Telah Dibuka
apahabar.com

HSS

Bupati HSS Lantik Kepala Desa Muning Tengah
apahabar.com

HSS

Dukung Percepatan Tanam, Bupati HSS Serahkan Bantuan ke Petani

HSS

Wabup HSS Gowes Keliling Kota Kandangan bersama Kumika
apahabar.com

HSS

Jadi Klaster Baru Covid-19, Rutan Kelas IIB Kandangan Sediakan 3 Kamar Isolasi
apahabar.com

HSS

Peringatan Hantaru 2020, Ratusan Sertifikat Tanah Diserahkan Kepada Warga HSS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com