Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Pabrik Farmasi Diduga Buang Limbah Paracetamol di Teluk Jakarta

- Apahabar.com     Senin, 8 November 2021 - 15:26 WITA

Pabrik Farmasi Diduga Buang Limbah Paracetamol di Teluk Jakarta

Ilustrasi Teluk Jakarta. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menemukan salah satu pabrik farmasi berinisial MEP diduga membuang limbah dengan kandungan paracetamol di Teluk Jakarta.

“Terbukti dia membuang limbahnya, instalasi pengolahan limbahnya juga tidak di-treatment secara baik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (8/11).

Pihaknya hanya memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada perusahaan farmasi itu.

“Sudah ada sanksi administrasi juga dari kita. Kalau denda belum ada. Sanksi administrasinya surat teguran dari kita kepada perusahaan tersebut,” ucap Asep.

Ia juga meminta pabrik tersebut memperbaiki instalasi pengolahan limbah terpadu (IPLT).

Adapun jangka waktu membangun instalasi pengolahan limbah itu, lanjut dia, sekitar tiga hingga empat bulan.

“Kami coba cek setelah tiga-empat bulan apakah dia akan melakukan perbaikan terhadap IPLT-nya,” ucap Asep.

Sejauh ini, lanjut dia, baru MEP yang terbukti melakukan pencemaran di Teluk Jakarta.

Asep tidak merinci berapa lama praktik membuang limbah tersebut dilakukan oleh perusahaan farmasi itu.

Sebelumnya, para peneliti di antaranya Wulan Koagouw dan Zainal Arifin dari Pusat Penelitian Oceanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan kandungan paracematol tinggi di Angke dan Ancol yang berada di kawasan Teluk Jakarta.

Temuannya, dua dari empat titik yang diteliti di Teluk Jakarta yakni di Angke terdeteksi memiliki kandungan paracetamol sebesar 610 nanogram per liter dan di Ancol mencapai 420 nanogram per liter.

Hasil penelitian tersebut masuk dalam publikasi LIPI yang diunggah pada 14 Juli 2021 melalui laman resminya lipi.go.id, terkait tingginya konsentrasi paracetamol di Teluk Jakarta, dengan judul: High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aliansi Relawan Jokowi Harapkan Rekonsiliasi Usai Pemilu

Nasional

Sampah Masker di Surabaya Mencapai 800 Kg per Bulan
apahabar.com

Nasional

Buntut Insiden Boeing 737 Max 8, Menteri Luhut Akan Gelar Rapat
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming : Manfaatkan Jumpa Jokowi untuk Kemajuan Generasi Milenial Kalsel

Nasional

Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham
Menteri Erick Sempat Ingin Undang Kobe Bryant ke Indonesia

Nasional

Menteri Erick Sempat Ingin Undang Kobe Bryant ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Wafat, PBNU Berbelasungkawa
apahabar.com

Nasional

Selain Istri, Kembaran Ifan Seventeen Juga Hilang Pasca-Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com