Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Pasar Amati Perkembangan Omnicron, IHSG Berpotensi Menguat

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/11) berpotensi menguat.IHSG berpotensi menguat seiring pelaku..
- Apahabar.com     Selasa, 30 November 2021 - 11:20 WITA

Pasar Amati Perkembangan Omnicron, IHSG Berpotensi Menguat

Karyawan memegang kacamata miliknya saat mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Kamis (11/2/2021). Foto-dok.Antara/Muhammad Adimaja/aww/pri

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/11) berpotensi menguat.

IHSG berpotensi menguat seiring pelaku pasar yang masih mengamati perkembangan Covid-19 varian Omnicron.

IHSG pagi ini dibuka melemah 2,49 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.605,8. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,11 poin atau 0,01 persen ke posisi 950,78.

“Sejalan dengan rebound mayoritas indeks global, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound ke kisaran 6650-6680 pada perdagangan Selasa ini,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, Selasa dilansir Antara.

Pelaku pasar tampaknya masih mencermati perkembangan varian Omnicron dan antisipasi pemangkasan pembelian obligasi oleh The Fed.

Dari AS, indeks-indeks Wall Street mencatatkan rebound pada perdagangan Senin (29/11), merespon penyataan Presiden AS Joe Biden bahwa economic lockdown bukan merupakan pilihan Pemerintah AS dalam menghadapi varian Omnicron.

Peningkatan risiko ketidakpastian akibat varian baru coronavirus tersebut turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke kisaran 1,502 persen pada Senin (29/11) dari level tertingginya di 1,667 persen pada 23 November 2021 lalu.

Hal itu memicu penguatan saham-saham teknologi, seperti Tesla, Microsoft, Amazon dan Apple pada perdagangan awal pekan. Saham-saham yang berkaitan dengan travel, seperti United Airlines, Royal Caribbean dan TJX Companies juga ditutup menguat.

Pelaku pasar di Eropa juga terlihat sudah melakukan “price-in” terhadap kabar varian baru Omnicron melalui pelemahan atau sell-off pada perdagangan Jumat (26/11) lalu.

Mayoritas indeks di Eropa mencatatkan rebound pada perdagangan Senin (29/11), setelah seorang dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menemukan varian itu mengatakan bahwa gejala yang ditimbulkan dari varian baru tersebut pada kasus-kasus baru sejauh ini bersifat sangat ringan.

Dari regional Asia, China dijadwalkan merilis NBS Manufacturing PMI yang diperkirakan membaik ke 49,6 pada November 2021 pada pagi ini.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 338,12 poin atau 1,2 persen ke 28.622,04, indeks Hang Seng turun 127,81 poin atau 0,54 persen ke 23.724,43, dan indeks Straits Times meningkat 1,32 atau 0,04 persen ke 3.121,9.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Deretan ‘Hantu’ yang Disebut Sri Mulyani Ancam Pasar Modal
IHSG

Ekbis

Rupiah Melemah, IHSG Diprediksi Lanjut Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Pemulihan Ekonomi AS Terhambat, Rupiah Menguat Tajam
apahabar.com

Ekbis

Pencopotan Pejabat Bank Kalsel, Ini Analisa Ekonom
apahabar.com

Ekbis

Penerimaan Negara Lebihi Target, Menteri Keuangan: Pertama Kalinya
apahabar.com

Ekbis

Ratusan Pelajar Sambangi Agro Edu Park Bumi Tangi Milik BI

Ekbis

Ikuti Kenaikan Bursa Saham Asia, IHSG Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Raih Predikat Perusahaan Terbaik untuk Bekerja 2020 Tingkat Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com