Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging Pertama di Kalsel, Kota Banjarbaru Capai Target Vaksinasi 70 Persen Korupsi Bupati HSU: KPK Periksa 2 Saksi Siang Ini Sempat Mengkhawatirkan, Kalsel Kembali Nol Kasus Covid-19 Harian

Penangkapan Bupati HSU Abdul Wahid, Polisi-Jaksa Kecolongan?

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 17:08 WITA

Penangkapan Bupati HSU Abdul Wahid, Polisi-Jaksa Kecolongan?

Penangkapan Bupati HSU, Abdul Wahid disorot sejumlah anggota DPR RI di Senayan. Foto: Tribunnews

apahabar.com, BANJARMASIN – Kinerja Polda dan Kejaksaan Tinggi Kalsel disorot. Operasi senyap KPK di Hulu Sungai Utara (HSU) berujung penangkapan Bupati Abdul Wahid.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Pangeran Khairul Saleh sempat melontarkan pertanyaannya saat reses ke Kalsel, belum lama tadi. Kenapa sampai KPK yang mengungkap kasus korupsi di HSU?

“Mestinya Kejaksaan dan Polda yang menangkapnya, tapi didahului oleh KPK,” ujar Khairul Saleh usai melakukan pertemuan dengan petinggi Polda dan Kejati di Mapolda Kalsel Jumat lalu.

Apa boleh buat, KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus suap proyek itu. Termasuk Bupati HSU Abdul Wahid.

“Kita serahkan-lah dengan KPK,” ucapnya.

Khairul Saleh juga tak lupa mewanti-wanti kepada para pejabat di Banua, khususnya kepala daerah agar tak melakukan korupsi.

Terlebih pengungkapan kasus korupsi oleh lembaga antirasuah di HSU bukan pertama kalinya terjadi di Kalsel.

“Mudah-mudahan itu jadi pembelajaran bagi kepala daerah kita jangan sampai seperti itu,” imbuhnya.

BUKTI BARU

OTT Amuntai: Menakar Peluang Bui Seumur Hidup Kadis Penerima Suap

KPK kembali mengamankan sejumlah duit, dokumen serta alat elektronik dalam penyelidikan skandal suap dan gratifikasi Bupati Abdul Wahid.

Barang bukti tersebut disita dari rumah Sekretaris Daerah (Sekda) HSU HM Taufik, yang juga merupakan adik dari Bupati Wahid.

“Diduga kuat terkait dengan perkara,” ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (22/11).

Rumah pribadi Taufik di Jalan H.M. Hanafiah Kelurahan Sungai Malang, Amuntai Tengah itu sebelumnya digeledah pada Jumat (19/11) lalu.

Penyidik KPK akan melakukan analisis lanjutan dan segera menyita bukti yang telah ditemukan tersebut.

“Untuk melengkapi berkas perkara tersangka AW (Abdul Wahid),” pungkas Fikri.

Selain Taufik, KPK juga telah memeriksa Ketua DPRD HSU, Almien Ashar Safari.

Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. KPK mendalami keterangan Almien soal aliran dana ke ayahnya itu dari fee proyek di Dinas PUPRP.

KPK sebelumnya menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka atas dugaan suap senilai Rp18,9 miliar.

KPK juga telah menetapkan Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Hulu Sungai Utara, Maliki, sebagai tersangka.

Selain Maliki, KPK menetapkan Marhaini dan Fachriadi sebagai tersangka dari pihak swasta.

Marhaini dan Fachriadi selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP.

Maliki selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 dan Pasal 65 KUHP.

Menakar Peluang Tersangka Baru Setelah Bupati HSU Abdul Wahid

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Cuaca

Kalsel

Waspada! Hujan Disertai Petir Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Karhutla Kalsel Naik Status; Tanggap Darurat

Kalsel

Apes, Rumah Mat Dei Dibobol Maling Saat Kebakaran di Jalan Veteran
apahabar.com

Kalsel

H+17 Pemilu, Sambang Lihum Masih Nihil Caleg Stres
apahabar.com

Kalsel

Sajikan Jajanan Banjar, Perputaran Uang di Pasar Wadai Bisa Capai Miliaran 
apahabar.com

Kalsel

Sembari Mengimbau Pengendara, FDO Kalsel Bagi-Bagi Masker
apahabar.com

Kalsel

Menelaah Dana Operasional Bus Trans Banjarmasin yang Sepi Penumpang
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu: 15 Positif, 1 Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com