Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Penyelidikan Formula E Disebut Simpang Siur, KPK: Beri Kesempatan untuk Fokus

- Apahabar.com     Sabtu, 13 November 2021 - 12:33 WITA

Penyelidikan Formula E Disebut Simpang Siur, KPK: Beri Kesempatan untuk Fokus

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Plt. Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, menegaskan penyelidikan terhadap penyelenggaraan Formula E masih terus berproses dan tim penyelidik masih mendalami berbagai data dan informasi.

“Kami memastikan penyelidikan KPK terhadap penyelenggaran Formula E masih berproses. Tim penyelidik masih terus mendalami berbagai data dan Informasi, serta mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan,” ujarnya, dilansir CNN Indonesia, Sabtu (13/11).

Keterangan ini merupakan respons atas penilaian penyelidikan tersebut kini simpang siur. Salah satunya datang dari pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, yang melalui keterangan tertulis meminta penyelidikan Formula E dihentikan, karena KPK sejak awal menyalahi prosedur dalam penentuan pidana.

Ali meminta semua pihak memberi kesempatan KPK untuk fokus bekerja dan tidak mengembuskan opini maupun kesimpulan prematur. Setiap penanganan perkara, terang juru bicara berlatar belakang jaksa itu, tidak bisa dipercepat ataupun diperlambat.

“Seluruhnya didasarkan pada kecukupan bukti-bukti yang membuat terangnya suatu konstruksi peristiwa pidana korupsi,” ucap Ali.

“Oleh karenanya, dukungan publik sangat kami butuhkan di dalam KPK melaksanakan tupoksinya sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku,” sambungnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah menyerahkan dokumen setebal 600 halaman terkait Formula E ke KPK pada Selasa, 9 November 2021 lalu.

Dokumen tersebut diserahkan oleh Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Syaefulloh Hidayat dan Direktur Utama PT Jakpro, Widi Amanasto.

Mereka juga didampingi oleh Ketua TGUPP Bidang Penegakan Hukum Bambang Widjojanto dan Mantan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

Sebagai informasi, penyelidikan yang dilakukan oleh KPK tidak selalu naik ke tahap penyidikan. Lembaga antirasuah bisa menghentikan penyelidikan jika tidak menemukan unsur pidana.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mobil Tempur

Nasional

Ingin Punya Mobil Tempur Buatan Pindad, Siapkan Uang Segini
apahabar.com

Nasional

Menkeu Tegaskan Rapel Kenaikan Gaji PNS Cair Tengah April 2019
apahabar.com

Nasional

Andi Drummer Seventeen Ditemukan Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Tinjau Gugus Tugas, Presiden Ingatkan ‘Second Wafe’ Covid-19
Covid-19

Nasional

Setahun Pandemi Nyaris Nol Kasus, Ketahui Rahasia Warga Baduy ‘Tangkal’ Covid-19
apahabar.com

Nasional

Diduga Tabrakan, Polisi Singapura Selamatkan 11 Awak Kapal Indonesia

Nasional

Quraish Shihab Masuk Rumah Sakit, Dikabarkan Operasi Jantung
Kapolres Nunukan

Nasional

Resmi, Kapolres Nunukan Viral Pukul Anggotanya Dimutasi ke Pelayanan Masyarakat Polri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com