Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah HKN Banjarmasin Dilidik Jaksa, Pencegahan Covid-19 Jangan Mengendur Catat! SMA di Kalsel Tak Libur Saat Nataru 2022

Perubahan Zaman, Guru di Tanah Bumbu Ingin Produktif Menulis di Media Online

- Apahabar.com     Minggu, 21 November 2021 - 19:07 WITA

Perubahan Zaman, Guru di Tanah Bumbu Ingin Produktif Menulis di Media Online

Salah satu panitia pelaksana pelatihan penulisan opini, Idwar Hanafi, menyerahkan sertifikat kepada peserta. Foto-Vukalus for apahabar

apahabar.com, BATULICIN – Seiring perkembangan zaman, media massa cetak mulai ditinggalkan masyarakat. Saat ini sumber informasi yang lebih cepat, aktual, dan praktis, dianggap lebih relevan dengan era millenial.

Di Tanah Bumbu, Kalsel, pergeseran itu juga sudah mulai dirasakan para guru yang juga sering menulis di media massa cetak. Mereka beranggapan media online jauh lebih simpel.

“Karena itulah kita berinisiatif menggelar pelatihan menulis opini di media online. Karena zaman sudah berubah,” ucap koordinator acara, Arif Rachman, usai penyerahan sertifikat kepada peserta penulisan opini di Cafe de’Cartel Simpang Empat, Minggu (21/11).

Pelatihan menulis opini di media online itu dipandu oleh redaktur apahabar.com, Puja Mandela.

Salah satu alasan menggandeng media yang berbasis di Banjarmasin tersebut, kata Arif, karena apahabar.com adalah satu dari sedikit media online di Banua yang dikelola secara profesional.

“Kalau kita lihat, apahabar.com adalah satu dari sedikit media yang sudah terverifikasi Dewan Pers, dikelola dengan profesional, dan yang pasti berita-beritanya selalu update. Kalau menyebut media online, ya, apahabar.com,” kata guru di SMAN 1 Karang Bintang itu.

Arif pun berharap rekan-rekannya sesama guru dan penulis bisa lebih produktif menulis di media online. Selain karena memiliki sensasi yang berbeda dibanding media cetak, menulis di media online juga sudah mendapat pengakuan dalam proses kenaikan pangkat guru.

“Sebelumnya, kan, cuma koran yang diakui tim penilai. Tapi mungkin karena perubahan zaman itu tadi, jadi sekarang guru yang menulis di media online juga dapat poin untuk kenaikan pangkat,” katanya.

Sementara narasumber pelatihan, Puja Mandela, memberi beberapa catatan. Pertama, penulis harus mengenal karakter media itu sendiri. Dengan begitu penulis bisa memahami jenis tulisan yang cocok untuk media online.

“Tentu yang dicari adalah tulisan dengan tema-tema aktual yang sedang hangat dibicarakan. Bisa soal pendidikan, politik, budaya, atau apa saja,” katanya.

Catatan lainnya, kebanyakan peserta masih terkendala soal ide. Kemudian beberapa peserta terkesan malu-malu mengungkapkan ide tulisan kepada narasumber.

“Dalam menulis, diskusi itu penting. Karena di situ kita bisa bertukar pikiran dan bisa saja ide yang bagus datang tiba-tiba saat diskusi berlangsung. Juga jangan lupa untuk update isu-isu terkini,” katanya.

Meski begitu, dia bersyukur karena ada sejumlah peserta yang langsung nge-gas. Peserta itu berhasil membuat artikel opini yang layak untuk ditayangkan di media.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan pentingnya edukasi media online ke masyarakat.

“Edukasi soal media online ini penting. Tapi hari ini masih banyak yang belum sadar bahwa zaman sudah berubah. Media cetak sudah ditinggalkan. Ini eranya media online. Tinggal bagaimana kita selektif memilih media online yang profesional,” katanya.

Kepala SMPN 3 Satu Atap Angsana, Adriati Kurniasih, yang ikut dalam pelatihan mengaku bersyukur karena bisa produktif lagi setelah vakum menulis dalam waktu yang cukup lama.

“Alhamdulillah artikel saya bisa diterbitkan setelah lama tidak menulis,” katanya.

Peserta lainnya, Haslina Akil, guru SMPN 3 Batulicin, sengaja ikut pelatihan menulis itu karena benar-benar ingin mengetahui cara menulis di media massa tanpa perantara penulis bayaran.

Sebab selama ini, dia banyak melihat fenomena jasa penulis bayaran yang cukup meresahkan.

“Masih ada dua tulisan lagi yang belum dikirim. Akan segera saya kirim,” ucapnya.

Selain digelar via WhatsApp Grup, pelatihan juga dilangsungkan via Google Meet dan luar jaringan.

Penutupan Workshop Menulis Opini dan Jurnalistik yang digelar selama dua bulan itu ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para peserta yang terdiri dari sejumlah guru di Kabupaten Tanah Bumbu.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sekapuk

Tanah Bumbu

Intensitas Hujan Tinggi, Jalan Provinsi di Sekapuk Tanbu Terendam

Tanah Bumbu

Lagi, Yayasan Haji Maming Kirim Sembako Tiga Truk Bantu Korban Banjir Tanbu
apahabar.com

Tanah Bumbu

Peringatan Harganas di Tanbu, Wabup Ingatkan Pentingnya Peranan Keluarga

Tanah Bumbu

Kabar Duka, Pasien Covid-19 Asal Sungai Loban Tutup Usia
Covid-19

Tanah Bumbu

Tiga Pasien Covid-19 di Tanbu Tutup Usia, Total Meninggal 47 Orang
Warga Tanbu

Tanah Bumbu

Warga Tanbu Ini Tega Pukul Adiknya dengan Batu Hingga Koma
Polsek Simpang Empat

Tanah Bumbu

Polsek Simpang Empat Bagikan Bansos dari Kapolri
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Tambah 2 Pasien Sembuh, Positif 12 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com