Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai

Pinjol Ilegal Bikin Resah, Satgas Waspada Investasi Bagikan Cirinya

- Apahabar.com     Kamis, 11 November 2021 - 17:05 WITA

Pinjol Ilegal Bikin Resah, Satgas Waspada Investasi Bagikan Cirinya

Ilustrasi pinjaman online. Foto-Surya

apahabar.com, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi membagikan ciri-ciri utama layanan pinjaman online atau pinjol yang ilegal.

Cirinya antara lain penawaran lewat pesan singkat.

“Kita selalu kenal dua L, legalitas dan logis,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, Kamis (11/11) dilansir Antara.

Kedua hal tersebut, menurut Tongam, harus selalu diingat terutama ketika mendapatkan penawaran layanan pinjol.

Pinjol yang ilegal, menurut Tongam, menawarkan layanan melalui pesan singkat, baik dalam bentuk SMS maupun pada aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

“Kami pastikan SMS dan WhatsApp yang menawarkan pinjaman online itu [adalah] ilegal. Masyarakat harus hati-hati,” kata Tongam.

Selain penawaran melalui pesan singkat, aplikasi buatan pinjol ilegal biasanya meminta akses yang begitu banyak, terutama untuk penyimpanan perangkat dan daftar kontak.

Tongam menyebut meminta akses ke daftar kontak merupakan ciri utama pinjol ilegal. Akses terhadap kontak yang ini menyebabkan teror bagi kreditur.

Pinjol ilegal akan mengirim pesan yang intimidatif kepada kontak tersebut agar kreditur membayar pinjaman mereka.

Untuk itu, ketika mendapat tawaran pinjaman online, kembali pada prinsip dua L, pertama, pengguna harus mengecek legalitas pemberi pinjaman di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebaiknya, setiap mendapatkan informasi tentang pinjol, masyarakat selalu mengecek daftar tersebut karena OJK secara berkala memperbaruinya.

Beberapa waktu lalu, OJK menutup perusahaan tekfin di bidang pinjaman atau lending karena praktik mereka tidak sesuai aturan.

Selain situs resmi OJK, asosiasi perusahaan teknologi finansial juga meluncurkan situs cekfintech.id untuk mengecek penyedia pinjaman online yang legal.

Kedua, masyarakat harus berpikir logis apakah tawaran yang diberikan masuk akal. Jika sampai menggunakan layanan pinjaman online ilegal, masyarakat akan merugi secara materiel maupun imateriel.

Korban akan mendapatkan bunga dan denda tinggi, namun, jangka waktu pinjaman sangat singkat. Sementara secara imateriel, korban mendapatkan teror dan intimidasi ketika penagihan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Resmi, Pasar Non-Bapok di Banjarmasin Ditutup Imbas PSBB

Ekbis

Pandemi Covid-19, Penjualan Avtur Pertamina Ambyar
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Babak Belur, Dolar AS Melesat ke Rp 14.500
apahabar.com

Ekbis

‘New Normal” Dinilai Mampu Pulihkan Daya Beli Masyarakat
apahabar.com

Ekbis

Ekspor-Impor Kaltim Malah Surplus 3,03 Miliar USD
apahabar.com

Ekbis

Kisah Inspiratif, Pahit Getir Pemilik Bugis Hijab Kini Beromzet Miliaran
apahabar.com

Ekbis

Di Pontianak, Hadi Mulyadi Sebut Dominasi Migas Segera Tergantikan
apahabar.com

Ekbis

Cara Aktifkan Fitur Penangkal Bullying di Instagram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com