Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans Resmi Dilepas, Kapolres Optimis Tim Voli Kotabaru Rebut Juara Piala Kapolda Kalsel

Polri Ungkap Modus Jemaah Islamiyah Cari Dana

- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 07:34 WITA

Polri Ungkap Modus Jemaah Islamiyah Cari Dana

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menggelar kegiatan sosial dan pendidikan menjadi cara yayasan Lembaga Amil Zakat Abdurrohman bin Auf (LAZ ABA) yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI) untuk menggalang dana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan itu dilakukan secara sistematis.

“Dengan kamuflase kegiatan-kegiatan dari Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf ini untuk kegiatan pendidikan untuk kegiatan sosial tetapi ada sebagian dari dana yang terkumpul sebagai dana untuk menggerakkan kelompok teroris JI tersebut,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, mengutip CNN Indonesia, Kamis (18/11).

Menurutnya, metode pendanaan tersebut dirancang oleh JI sehingga pendanaan dapat diterima dari pihak luar (eksternal) organisasi.

Selain itu, kata Rusdi, organisasi JI juga memiliki skema pendanaan dari internal dengan memanfaatkan infaq yang diberikan oleh anggota setiap bulannya.

“Besarannya sekitar 2,5 persen dari pendapatan anggota setiap bulannya,” jelas Rusdi.

Menurut dia, Densus 88 Polri telah melakukan upaya penegakan hukum sejak 2019 lalu untuk memutus sumber pendanaan jaringan tersebut.

Beberapa diantaranya merupakan pihak yang bekerja di yayasan LAZ ABA di Jakarta, Sumatera Utara, Lampung, ataupun Medan.

Upaya penegakan hukum akan terus dilakukan sehingga dapat dijadikan petunjuk bagi Densus untuk dapat menuntaskan pergerakan dari kelompok teroris tersebut.

Densus menyatakan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke sejumlah negara syam atau konflik untuk melakukan agenda yang diberi nama Jihad Global. Misalnya negara yang dituju seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Dalam pengembangan kasus yayasan tersebut, penyidik menangkap Ketua Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Ahmad Okbah hingga anggota mantan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Zain An-Najah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral Video Spesialis Jagal Tewas di Atas Domba yang Hendak Disembelihnya
Pandemi

Nasional

6 Penyakit yang Awalnya Pandemi Kini Jadi Endemi
ART

Nasional

Viral, Video Istri Sah Pergoki Suami Bersama ART di Kamar
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Nikmati Senja di Kaimana
Herman Lantang

Nasional

Pencinta Alam Berduka, Herman Lantang Sahabat Soe Hok Gie Wafat
apahabar.com

Nasional

Rayakan Hari Raya Nyepi, Ini Doa Umat Hindu Banjarmasin untuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

Kominfo Bantah Blokir Media Sosial Pascabentrok Aksi Massa Tolak RUU Ciptaker
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Foto-net

Nasional

Minta Usut Tuntas Bom di Makassar, Menag Ajak Beragama dengan Moderat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com