Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Presiden Jokowi Sebut Banjir di Kalimantan Karena Daerah Tangkapan Hujan Rusak

- Apahabar.com     Selasa, 16 November 2021 - 15:24 WITA

Presiden Jokowi Sebut Banjir di Kalimantan Karena Daerah Tangkapan Hujan Rusak

Sejumlah warga berjalan menerobos Jalan Lintas Melawi yang terendam banjir di Ladang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021). Banjir yang melanda 12 kecamatan di sana belum juga surut selama tiga pekan terakhir akibat curah hujan yang tinggi, sementara pendistribusian bantuan masih terkendala di sejumlah wilayah karena sulitnya akses menuju lokasi. Foto-Antara/Abraham Mudito

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, banjir di Kalimantan disebabkan daerah tangkapan hujan di sana rusak sehingga harus diperbaiki.

“Ya itu karena kerusakan wilayah tangkapan, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun, ya itu yang harus kita hentikan,” ujar Presiden Jokowi, seusai meresmikan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 di Banten, Selasa (16/11) dilansir Antara.

Presiden Jokowi mengatakan, air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat meluap karena daerah tangkapan hujan rusak dan pemerintah akan fokus memperbaiki daerah tangkapan hujan itu.
“Karena memang masalah utama ada di situ,” kata dia.

Kepala Negara mengatakan pemerintah mulai tahun depan akan membangun daerah tangkapan hujan yang rusak.

“Akan ada persemaian, kemudian ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di area tangkapan, kita perbaiki,” kata Presiden Jokowi yang berlatar belakang sarjana kehutanan itu.

Adapun selain daerah tangkapan hujan yang rusak, dia mengatakan salah satu penyebab banjir adalah adanya curah hujan yang lebih ekstrem dari biasanya di Pulau Kalimantan.

Sejak lebih dari tiga pekan lalu terjadi banjir bandang di Kabupaten Sintang, yang dilintasi daerah aliran sungai Sungai Kapuas, sungai paling besar di Indonesia.

Diperkirakan sekitar 969.000 Hektare daerah aliran sungai di Kalimantan Barat rusak lahan dan kritis, dan yang paling besar adalah DAS Sungai Kapuas.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ramai Isu Teroris, Jokowi Tetap Resmikan Pelabuhan Sibolga
apahabar.com

Nasional

Rekor, Kalsel Kembali Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak
apahabar.com

Nasional

Thailand Juga Siapkan Evakuasi Warganya Keluar dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Janji Dikembalikan Belanda, Ini Wujud Berlian 70 Karat Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

KPU Catat Puluhan Calon Peserta Pilkada Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Neneng Korban Tsunami Menangis Harta Bendanya Dijarah

Nasional

Kena OTT KPK, Plt Kadis PU HSU Kalsel Ditetapkan Jadi Tersangka
apahabar.com

Nasional

Sandi: Saatnya Kita Punya Bank Syariah Terbesar di Asean
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com