Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Realisasi Sektor Pajak Hiburan Kalah Banyak Dibanding BPHTB

- Apahabar.com     Rabu, 10 November 2021 - 15:54 WITA

Realisasi Sektor Pajak Hiburan Kalah Banyak Dibanding BPHTB

Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Potensi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Banjarmasin luar biasa saat pandemi Covid-19.

Catatan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin sekitar Rp 32,5 miliar atau terealisasi 96 persen.

Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil mengakui bahwa tidak menyangka potensi pajak BPHTB bertahan dalam situasi Covid-19.

“Mungkin di masa pandemi ini, ada beberapa yang menjual asetnya lalu terjadi pengalihan hak. Ini mungkin pajaknya yang bisa memberikan kontribusi,” ujarnya saat sosialisasi BPHTB dan sarang burung walet di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (10/11).

Menurutnya kontribusi pajak BPHTB merupakan salah satu paling tinggi, dibandingkan sektor pajak lainnya yang mengalami penurunan saat Covid-19.

Misalnya, kata dia, transaksi pajak hiburan alami penurunan sehingga baru terealisasi sekitar 76 persen.

Pengaruhnya, lanjut dia akibat PPKM level 4 yang sebelumnya terus diperpanjang oleh pemerintah pusat. Tempat karaoke tidak boleh beroperasi saat PPKM level 4.

“Ada pembatasan sosial, XXI tentu tak boleh buka dan tidak diisi full karena berjarak,” jelasnya.

Namun, untuk sektor pajak hotel dari target Rp 13 miliar sudah teralisasi sekitar Rp 88,53 persen hingga 31 Oktober 2021. Sedangkan sektor rumah makan sudah terserap sekitar 88 persen dari target Rp 45 miliar.

“Yang lainnya sudah diatas 88 persen,” tegasnya.

Lebih jauh, Bakeuda Banjarmasin mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah diserap sekitar 76,3 persen atau Rp 1,6 triliun hingga Oktober 2021.

PAD sebesar itu termasuk dana transfer pusat. Terdapat 12 SKPD pengelola yang menghimpun PAD.

“Jadi kurang lebih Rp400 miliar lagi yang belum terealisasi, termasuk dana perimbangan,” ucapnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rumah Miring

Banjarmasin

Rumah di Cempaka Sari Banjarmasin Tiba-Tiba Miring, Pemilik Dengar Bunyi Retakan
Banjarmasin

Banjarmasin

Viral ‘Langit Veteran Banjarmasin Hari Ini’, Simak Penjelasan BMKG

Banjarmasin

Langgar Prokes, Ribuan Warga Terjaring Saat PPKM Level IV Banjarmasin
Banjarmasin

Banjarmasin

Siap-Siap! Kalsel Berlakukan Pembatasan Mobilitas, Totalnya 13 Titik
Polsek Banjarmasin

Banjarmasin

Polsek Banjarmasin Timur Tangkap Seorang Budak Sabu
Teluk Tiram

Banjarmasin

Gadis di Banjarmasin Tewas Saat Tertidur Pakai Headset, Cek Faktanya
Banjarmasin

Banjarmasin

Pembongkaran Mandek, Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin Ke Mana?

Banjarmasin

Bawa Sabu dari Banjarmasin, Dua Pria Ditangkap Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com