Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob Grand Launching RSI Sultan Agung Banjarbaru, Terapkan Layanan Bersyariat Islam Via Jamela, KPK Dalami Keperluan Pribadi Bupati HSU 5 Kali HST Diterjang Banjir, Mitigasi Mestinya Dicermati Pemkab Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch!

Rekam Jejak KSAD Dudung Abdurachman: Turunkan Baliho FPI – Lawan Debt Collector

Letjen Dudung Abdurachman ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Andika Perkasa yang
- Apahabar.com     Rabu, 17 November 2021 - 09:26 WITA

Rekam Jejak KSAD Dudung Abdurachman: Turunkan Baliho FPI – Lawan Debt Collector

Letjen Dudung Abdurachman. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Letjen Dudung Abdurachman ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Andika Perkasa yang akan menjabat sebagai panglima TNI.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono.

Dudung lahir dalam keluarga sederhana. Ayahnya merupakan PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Ia berhasil menjadi lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan Infanteri, sesuai dengan cita-citanya.

Mengutip detikcom, kiprah awalnya di militer diawali sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan. Dudung juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) selama dua kali.

Pada 2010, karirnya mulai naik dengan tugas sebagai Aspers Kasdam VII/Wirabuana. Dia kemudian diangkat menjadi Danrindam II/Sriwijaya dan dipromosikan untuk jabatan Dandenma Mabes TNI.

Memasuki 2015-2016, Dudung memegang jabatan Wagub Akmil. Jenderal bintang tiga atau Letjen ini kemudian juga pernah menjadi staf khusus KSAD dan Wakil Asisten Teritorial (Waaster) KSAD.

Jenderal bintang dua itu kemudian menjabat Pangdam jaya sejak 27 Juli 2020 setelah sebelumnya menjabat gubernur angkatan militer (akmil) periode 2018-2020.

Nama Dudung kian melejit, saat bersikap keras terhadap ke Front Pembela Islam (FPI) pada akhir 2020. Saat itu dirinya masih menjadi Panglima Kodam Jaya berpangkat Mayor Jenderal.

Ketika organisasi Islam di bawah Rizieq Shihab itu berpolemik, Dudung beraksi dengan menurunkan baliho dukungan terhadap Rizieq di sejumlah titik di Jakarta.

Ia sempat mengancam akan membubarkan FPI saat organisasi kemasyarakatan tersebut menimbulkan polemik karena menyebabkan kerumunan saat pandemi Covid-19. Ia menilai FPI kala itu tidak bisa bertindak seenaknya.

“Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” kata Dudung di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/11).

Memasuki tahun 2021, pamor Dudung kembali mencuat ketika kasus 11 orang debt collector yang menghadang seorang anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) di kawasan Tol Kota Barat-Jakarta Utara ramai di media.

Pasca peristiwa itu, ia berjanji akan menumpas aksi premanisme yang kerap dilakukan debt collector.

Kini Dudung resmi naik pangkat menjadi KSAD, sebuah jabatan yang dijabat oleh perwira tinggi TNI AD berpangkat jenderal.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Masih Ingat Aa Gatot Brajamusti, Kini Telah Tiada
Jokowi

Nasional

Jokowi Sebut Bansos 2021 Cepat Sampai, Warganet Langsung Curhat

Nasional

2.072 Penghuni, Lapas Tangerang Kelebihan Kapasitas 245%
apahabar.com

Nasional

Rusia ke PPU Bahas Proyek KA Kalimantan, Realisasi Mendekati Nyata?
apahabar.com

Nasional

Perum Bulog Siap Salurkan Beras untuk 10 Juta Keluarga Terdampak Pandemi

Nasional

Dokter Ungkap Kondisi Terkini Anak Vanessa Angel
Denny Indrayana

Nasional

Quick Count Indikator Pilgub Kalsel: Denny-Difriadi Sementara Unggul
SBY

Nasional

SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com