KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan

Rela Jual Perabotan Rumah Demi Pacar, Remaja di Bantul Dilaporkan Ibunya ke Polisi

Seorang remaja berinisial DRS (24) dilaporkan ibunya, Paliyem (53) ke polisi karena menjual semua perabotan rumah di Bantul, Daerah
- Apahabar.com     Rabu, 24 November 2021 - 15:35 WITA

Rela Jual Perabotan Rumah Demi Pacar, Remaja di Bantul Dilaporkan Ibunya ke Polisi

Kondisi rumah di Bantul, yang perabotnya dijual remaja (DRS) demi pacarnya. Foto-Polsek Pundong.

apahabar.com, BANTUL – Seorang remaja berinisial DRS (24) dilaporkan ibunya, Paliyem (53) ke polisi karena menjual semua perabotan rumah di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) demi pacarnya.

Polisi mengungkap, sebelum melaporkan anaknya, sang ibu ternyata awalnya sempat berkonsultasi ke polisi terlebih dahulu.

“Jadi kita proses, tapi kalau hari ini atau besok ibunya mau mencabut laporan kasusnya kita hentikan. Karena ini adalah delik aduan, sekali lagi ini delik aduan,” kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan saat ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (24/11).

Paliyem ternyata sebelumnya pernah berkonsultasi dengan Polsek Pundong terkait kelakuan anaknya. Namun, seiring berjalannya waktu kelakuan DRS tidak berubah dan semakin parah.

“Ibunya sempat konsultasi ke kami terkait kelakuan anaknya, dan kami tanggapi kalau ini persoalan keluarga mohon diselesaikan baik-baik,” ujarnya.

“Akhirnya dengan penyampaian seperti itu ibunya memaklumi. Tapi kelakuannya tidak berubah sampai ada 12 perabot dengan taksiran Rp30 juta, bahkan mau jual genting juga,” imbuh Ihsan.

Oleh sebab itu, ibu DRS langsung melaporkan tindakan anaknya ke Polsek Pundong. Ditambah lagi dari pengakuan DRS, aksi itu dia lakukan untuk menghidupi pacarnya.

“Karena terus berulang maka ibunya bilang polsek agar anaknya diproses. Si anak (DRS) mengaku butuh uang untuk memenuhi kebutuhan dan tadi itu dia sering memberikan hadiah ke pacarnya,” katanya.

Diwawancara sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo, mengungkap kejadian berawal saat suami Paliyem meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Di sisi lain, masih ada pinjaman bank yang wajib diselesaikan oleh Paliyem. Sehingga Paliyem memutuskan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

“Karena itu ibunya berniat mengangsur kredit dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anaknya ditinggal di rumah sendiri,” ucap Heru, Selasa (23/11).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wacana Jabatan Presiden 7-8 Tahun Mulai Dapat Dukungan Publik
apahabar.com

Nasional

Rawat Wanita 350 Kg, Gunakan Tempat Tidur Beralas Brankas Baja
Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas

Nasional

Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas

Nasional

Hina Presiden di Medsos, Penjara 4,5 Tahun Menanti!
apahabar.com

Nasional

Resmi, Pegawai KPK Berubah Status Jadi ASN
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Prediksi 34.300 Pekerja Migran Kembali ke Indonesia

Nasional

Sah Ditandatangani Jokowi, Pasal 6 UU Omnibus Law Cipta Kerja Jadi Sorotan, Ada Apa?

Nasional

Dor! Polisi Tembak Pembunuh Guru SD hingga Terungkap Pelaku Nekat Habisi Korban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com