Ssttt! Wanita di Pusaran Bupati HSU Diperiksa KPK Lagi Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru

RESMI! KPK Limpahkan Penyuap Anak Buah Bupati HSU

Jaksa KPK resmi melimpahkan berkas dua terdakwa penyuap Maliki ke Banjarmasin. Para penyuap Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Hulu Sungai..
- Apahabar.com     Jumat, 19 November 2021 - 15:19 WITA

RESMI! KPK Limpahkan Penyuap Anak Buah Bupati HSU

Direktur CV Kalpataru Fahriadi memberikan jempol usai diperiksa di Gedung KPK. Foto: RMOL

apahabar.com , BANJARMASIN – Jaksa KPK resmi melimpahkan berkas dua terdakwa penyuap Maliki ke Banjarmasin.

Para penyuap Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Hulu Sungai Utara (HSU) itu, yakni Fachriadi dan Marhaini. Keduanya, direktur CV Kalpataru, dan direktur CV Hanamas.

Kini, berkas perkaranya sudah dilimpahkan KPK ke Pengadilan Tipikor Banjarmasin per Jumat (19/11).

Seiring dilimpahkannya perkara, maka kewenangan para terdakwa kini dipegang Tipikor Banjarmasin. Termasuk penahanannya.

“Ya benar,” Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dihubungi apahabar.com.

Selama proses persidangan, mereka berdua ditahan di Lapas Kelas II Banjarmasin.

“Tahanan titipan,” jelasnya.

Mereka akan ditahan hingga proses penunjukan majelis hakim dan penetapan sidang di Tipikor Banjarmasin.

Fachriadi dan Marhaini didakwa dengan dakwaan, Pertama: Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP; Atau Kedua: Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Jubir PN Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng mengonfirmasi jika pihaknya telah menerima permohonan KPK.

“KPK sudah melimpah dua berkas. Saat ini masih dalam proses penginputan data di SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara),” ujar Aris.

Praktis, selanjutnya tinggal menunggu penunjukan majelis hakim. Yang akan ditunjuk langsung Ketua PN Banjarmasin.

Nantinya, majelis hakim-lah yang menentukan hari sidang.

“Paling lama tiga hari ketua PN menunjuk majelis hakim,” ujar Aris.

Sebagai pengingat, Fachriadi adalah Direktur CV Kalpataru. Sedang Marhaini Direktur CV Hana Mas.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK berbarengan dengan Maliki pasca-OTT, Rabu 15 September malam.

Perusahaan yang dipimpin Fachriadi dan Marhaini merupakan pemenang tender proyek rehabilitasi di Banjang dan Kayakah.

Namun kedua proyek tersebut didapat keduanya dari hasil kongkalikong dengan Maliki. Bahkan, fee tersebut diduga ikut diterima Bupati HSU Abdul Wahid.

Belakangan KPK turut menangkap Wahid. Bupati HSU dua periode ini terseret rasuah jual-beli jabatan dan komitmen fee proyek Banjang dan Kayakah.

View this post on Instagram

A post shared by apahabar.com (@apahabar)

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cara Paman Birin Bagi-bagi Sapi, Kepala Dusun Harus Adu Suit  
apahabar.com

Kalsel

Tanbu Diterjang Banjir, Kalsel Tetap Pede Soal Ibu Kota
Covid-19 Tanbu

Kalsel

Covid-19 Tanbu Tembus 1.435 Kasus, Ini Kecamatan Penyumbang Terbanyak
apahabar.com

Kalsel

Nyaris Longsor, Jalan di Hampang Kotabaru Mulai Diperbaiki
apahabar.com

Kalsel

Ketum Hipmi Sambut Hidup New Normal Per 1 Juni
apahabar.com

Kalsel

1 Juli, Polisi Kotabaru Gratiskan SIM untuk Warga
apahabar.com

Kalsel

Surat Suara Tercoblos di Barabai dan Money Politics di Banjarmasin Jadi Sorotan

Banjarmasin

Hari Ini, Penegakan PPKM Level IV Banjarmasin Mulai Efektif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com