Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar Jelang Nataru di Tabalong, 4 Warga Beserta Ratusan Botol Miras Diamankan Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan

RESMI! KPK Tetapkan Bupati HSU Abdul Wahid Tersangka

- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 18:19 WITA

RESMI! KPK Tetapkan Bupati HSU Abdul Wahid Tersangka

KPK resmi menetapkan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid sebagai tersangka. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – KPK resmi menetapkan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid sebagai tersangka. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

“Satu tersangka. Segera dalam waktu dekat kami akan lakukan upaya penahanan,” ujar Firli didampingi Plt Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati, Kamis (18/11) petang.

Dari Penangkapan Abdul Wahid, Ada Potensi Tersangka Baru Kasus Fee Proyek HSU

Diwartakan sebelumnya, KPK kembali memanggil 10 saksi terkait kasus suap proyek irigasi di Pemkab Hulu Sungai Utara (HSU).

Bahkan, akun Youtube resmi KPK sudah menjadwalkan konferensi pers penahanan tersangka terkait perkara ini sejak sore tadi.

Bupati HSU Abdul Wahid Tersangka, KPK Ungkap Skandal Komitmen Fee Puluhan Miliar

“Pemeriksaan dilakukan di Polres Hulu Sungai Utara,” ujar Plt Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati, Kamis siang.

Saksi-saksi yang dipanggil yaitu, Agus Susiawanto selaku mantan Kadis PUPRP Kabupaten HSU; Abdraham Radi selaku Kasi Jembatan Dinas PUPR Kabupaten HSU.

Kemudian, Marwoto selaku Kasi Jembatan Dinas PUPRP Kabupaten HSU; Abdul Latif selaku mantan ajudan Bupati HSU yang juga Staf Kelurahan Murung Sari.

Selanjutnya, Lisa Arianti selaku Kasi Jalan Binamarga Dinas PUPRP yang juga istri kontraktor besar Muhammad Zakir; Mujib Rianto dari CV Jangan Lupa Bahagia; Taufikurahman alias Haji Upik selaku Sekretaris Pengelolaan Pajak dan Retribusi Kabupaten HSU.

Kemudian, Iqbal Husaini selaku ajudan Bupati HSU; Muhammad Taufik selaku Sekretaris Daerah Kabupaten HSU; dan Syaifulah selaku Kabag Pembangunan 2019 Kabupaten HSU.

KPK CEKAL BUPATI

OTT Amuntai: Menakar Peluang Bui Seumur Hidup Kadis Penerima Suap

KPK telah mencegah Bupati HSU, Abdul Wahid untuk ke luar negeri hingga enam bulan ke depan. Hal itu disampaikan oleh Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri pada Rabu (27/10).

KPK pada Kamis (7/10) telah mengirimkan surat ke Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhitung mulai Kamis (7/10) hingga enam bulan ke depan.

Tindakan pencegahan ke luar negeri tersebut diperlukan agar saat dilakukan pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik, Bupati Wahid Wahid tetap di Indonesia.

Sebelumnya, penyidik telah memanggil Bupati Abdul Wahid pada Jumat (24/9). Abdul Wahid hadir memenuhi panggilan. Akan tetapi, KPK belum membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.

Seperti diketahui, KPK pada Rabu malam (15/9) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Amuntai dengan mengamankan tujuh orang.

Dari ketujuh itu, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU tahun 2021-2022.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (16/9) yaitu, Maliki (MK) selaku Plt Kadis PU pada Dinas PUPRT Kabupaten HSU sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA); Marhaini (MRH) selaku Direktur CV Hanamas; dan Fachriadi (FH) selaku Direktur CV Kalpataru.

Adapun barang bukti yang telah diamankan saat OTT di antaranya berbagai dokumen dan uang sejumlah Rp 345 juta.

Rekonstruksi perkaranya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRT) Kabupaten HSU telah merencanakan untuk melelang dua proyek irigasi yaitu Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Kayakah Desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp1,9 miliar dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang dengan HPS Rp1,5 miliar.

Sebelum lelang ditayangkan di LPSE, Maliki diduga telah lebih dulu memberikan persyaratan lelang pada Marhaini dan Fachriadi sebagai calon pemenang kedua proyek irigasi dimaksud dengan kesepakatan memberikan sejumlah uang komitmen fee 15 persen.

Saat awal dimulainya proses lelang untuk proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Kayakah Desa Kayakah dimulai, ada delapan perusahaan yang mendaftar. Namun, hanya ada satu yang mengajukan penawaran, yaitu CV Hanamas milik Marhaini (MRH).

Sedangk lelang Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam, ada 12 perusahaan yang mendaftar dan hanya dua yang mengajukan penawaran di antaranya CV Kalpataru milik Fachriadi dan CV Gemilang Rizki.

Saat penetapan pemenang lelang, untuk proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Kayakah Desa Kayakah, dimenangkan oleh CV Hanamas milik Marhaini dengan nilai kontrak Rp1,9 miliar dan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam dimenangkan oleh CV Kalpataru milik Fachriadi dengan nilai kontrak Rp1,9 miliar.

Kemudian, setelah semua administrasi kontrak pekerjaan selesai, lalu diterbitkan surat perintah membayar pencairan uang mukayang ditindaklanjuti oleh BPKAD dengan menerbitkan surat perintah pencairan dana (SP2D) untuk pencairan uang CV Hanamas dan CV Kalpataru yang dilakukan oleh Mujib (MJ) selaku orang kepercayaan Marhaini dan Fachriadi.

Sebagian pencairan uang tersebut, selanjutnya diduga diberikan kepada Maliki yang diserahkan oleh Mujib sejumlah Rp170 juta dan Rp175 juta dalam bentuk tunai.

Jadi Tontonan Warga, Penggeledahan KPK di Amuntai HSU Diatensi Polisi

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Muara Tapus

HSU

Dipastikan Tenggelam di Sungai, Gadis Muara Tapus HSU Belum Ditemukan
Tersangka dan barang bukti. Foto-istimewa

HSU

Lagi, Satresnarkoba Polres HSU Ciduk Pengedar Sabu di Amuntai
HSU

HSU

Cari Ikan Dekat Rumah, Pria Berusia 59 Tahun di HSU Ditemukan Tewas
banjir Amuntai HSU

HSU

Dicerca Warga, Wanita Pendoa Amuntai Tenggelam Langsung Minta Maaf
KH Asmuni atau Tuan Guru Danau. Foto-net

HSU

Polres HSU Berjaga-jaga Jelang Nisyfu Sya’ban, Begini Tanggapan Guru Danau
Polres Amuntai

HSU

Miliki Sabu, Sule Ditangkap Satres Narkoba Polres Amuntai
apahabar.com

HSU

Kasus Keracunan Massal di Posyandu Amuntai, Warga Sepakat Damai
Jembatan Paliwara

HSU

Sempat Viral, Waria Berjoget di Jembatan Paliwara Amuntai Akhirnya Minta Maaf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com