Ssttt! Wanita di Pusaran Bupati HSU Diperiksa KPK Lagi Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru

RI Loloskan Resolusi Perlindungan Buruh Migran Perempuan di PBB

Pemerintah Indonesia berhasil meloloskan resolusi Violence Against Women Migrant Workers di Markas PBB di New York, Amerika Serikat.Resolusi
- Apahabar.com     Minggu, 14 November 2021 - 22:14 WITA

RI Loloskan Resolusi Perlindungan Buruh Migran Perempuan di PBB

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berhasil meloloskan resolusi Violence Against Women Migrant Workers di Markas PBB di New York, Amerika Serikat.

Resolusi ini didukung oleh 50 negara dan disahkan secara konsensus oleh seluruh anggota PBB.

Mohammad Kurniadi Koba, Duta Besar sekaligus Deputi Wakil Tetap dan Kuasa Usaha Ad Interim mengatakan resolusi tahun ini difokuskan pada perlindungan terhadap pekerja migran perempuan di masa pandemi Covid-19. Termasuk, memastikan komitmen negara melindungi hak-hak kesehatan mereka.

Hal ini termasuk akses pada pelayanan kesehatan dan vaksin Covid-19 yang sangat penting. Maklum, pekerja migran bekerja di sektor penting yang tetap bekerja selama masa pandemi.

“Perlindungan pekerja migran, termasuk pekerja migran perempuan menjadi prioritas tinggi di agenda Pemerintah RI dan juga di PBB. Selain peran mereka di sektor esensial, kontribusi devisa yang mereka hasilkan juga penting untuk pertumbuhan dan recovery pasca pandemi” ujarnya, dilansir dari CNNIndonesia.

Berdasarkan data 2020, yakni di masa pandemi Covid-19, alur remitansi dari pekerja migran di 22 negara turun 17,3 persen.

Selain itu, banyak juga pekerja migran yang di-PHK akibat pandemi sehingga berdampak pada penghidupan keluarga buruh migran dan ekonomi di kawasan pedesaan. Pemutusan hubungan kerja juga berdampak pada sejumlah isu keimigrasian dan kekonsuleran.

Resolusi Violence Against Women Migrant Workers sendiri telah dimulai oleh Indonesia dan Filipina sejak 1993. Tujuannya, untuk meningkatkan awareness Anggota PBB mengenai pentingnya penghormatan hak pekerja perempuan dan keluarganya, terutama perlindungan dari kekerasan dan pelanggaran HAM.

Pengesahan resolusi ini juga memperkuat pengakuan global kepemimpinan Indonesia di forum internasional, terutama di bidang perlindungan pekerja migran.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Ramalan Bill Gates Usai Covid-19, Ingatkan Serangan Cacar
Tujuh Orang Tewas

Internasional

Tujuh Orang Tewas dalam Aksi Protes Kudeta Militer di Sudan
apahabar.com

Internasional

Sejarah, Arab Saudi Gelar Turnamen Sepak Bola Wanita Tahun Ini

Internasional

Hari Kemerdekaan, Biden Sebut AS Bangkit Usai Badai Covid

Internasional

Surat Kabar Tuai Ancaman Usai Terbitkan Kartun Nabi
apahabar.com

Internasional

Perolehan Suara Electoral di Florida, Trump Unggul Sementara dari Biden
apahabar.com

Internasional

Facebook ‘dan Kawan-kawan’ Down di Seluruh Dunia

Internasional

Jerman Dihajar Corona, Ini Pesan Kanselir ke Warga Tak Divaksin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com