Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III, IHSG Menguat

- Apahabar.com     Jumat, 5 November 2021 - 13:15 WITA

Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III, IHSG Menguat

Ilustrasi - Seorang karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara/Sigid Kurniawan

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/11) pagi menguat.

Penguatan IHSG seiring rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021.

IHSG pagi ini dibuka menguat 14,28 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.600,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,83 poin atau 0,3 persen ke posisi 951.

“Fokus investor beralih pada data produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2021 yang akan dirilis pada hari ini. IHSG pada akhir pekan berpeluang bergerak variatif pada rentang 6.510-6.627,” tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat dilansir Antara.

Dari eksternal, bursa ekuitas AS ditutup variatif pada perdagangan Kamis (4/11) kemarin.

Pelaku pasar mencermati keputusan The Fed yang mengisyaratkan tidak akan segera menaikkan suku bunga dan berdampak pada penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.

Dari data, klaim tunjangan pengangguran awal AS tercatat turun menjadi 269.000 klaim dari sebelumnya 283.000 klaim pada pekan lalu, level terendah dalam 20 bulan.

Fokus kini tertuju pada laporan pekerjaan bulanan yang dijadwalkan rilis pada Jumat (5/11), waktu AS.

Dari Eropa, investor berfokus pada hasil rapat Bank of England (BoE) yang mempertahankan suku bunga stabil, berbalik dari ekspektasi yang memperkirakan akan cenderung menunjukkan sikap hawkish dan menjadi bank sentral besar pertama yang menaikkan suku bunga.

Sementara itu, PMI Jasa zona Euro masih ekspansif meski melambat ke level 54,6 pada periode Oktober dibanding bulan sebelumnya 56,4.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 175,34 poin atau 0,59 persen ke 29.619,03, indeks Hang Seng turun 345,92 poin atau 1,37 persen ke 24.879,27, dan indeks Straits Times naik 25,89 atau 0,8 persen ke 3.245,58.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Cenderung Menguat Terbatas

Ekbis

Tips Kelola Gaji UMR Untuk Investasi
apahabar.com

Ekbis

Kreatif, Pekerja Bangunan dari Karang Buah Batola Ini Ubah Tunas Kelapa Menjadi Bonsai

Ekbis

Ikuti Kenaikan Bursa Saham Asia, IHSG Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Kiat Sukses Habib Hamid, Petani Jamur Tiram asal Martapura
apahabar.com

Ekbis

Ketegangan di Teluk, Picu Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia
apahabar.com

Ekbis

Ingin Bisnis Kuliner Bertahan di Tengah Pandemi?, Simak Kiatnya
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Covid-19, Pelni Semprot Seluruh Kapal dengan Disinfektan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com